Jum'at, 20 Juli 2018
81 Lulusan IPDN Angkatan XXIV Asal Mulai Betugas di daerah-daerah Riau | Unair Terima 1.560 Mahasiswa Jalur Mandiri, Ada yang Bayar Rp500 Juta! | Kejari Bengkalis Setor Rp 5, 1 M Cash Hasil Pengusutan Kasus Korupsi | Protes Kenaikan Upah Minim, Ratusan Buruh Demo di Kantor SKK Migas | Pemko Siapkan Penyambutan Api Obor Asian Games XVIII 2018 | Mendikbud Berencana Terapkan Sistem Zonasi di Sekolah Swasta
 
Nasional
Petugas KPK Bawa Kardus
6 Jam Geledah Rumah Bupati Ade Swara

Nasional - - Kamis, 07/08/2014 - 19:55:09 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Setelah lebih dari 6 jam melakukan penggeledahan di rumah pribadi Bupati Karawang Ade Swara, petugas KPK pergi sekitar pukul 16.20 WIB, Kamis (7/8/2014).

Pantauan di rumah Jalan Japati Nomor 2, tak terlihat jelas barang-barang yang dibawa petugas KPK ke dalam mobil. Dua mobil KPK sudah terparkir di dalam garasi dengan posisi menghadap keluar dengan bagasi terbuka, sementara satu mobil lainnya diparkir memalang di depan pagar.

Para petugas KPK terlihat menggunakan masker hijau. Tak ada keterangan yang dikeluarkan oleh mereka saat masuk ke dalam mobil kemudian pergi. Begitu juga dengan ketua RT yang enggan memberikan keterangan dan langsung kabur.

Keterangan diperoleh dari tetangga Ade yang juga dipercaya sebagai penjaga rumah, Supriatna (57).

"Saya tidak tahu barang apa saja yang dibawa dan ruang mana saja yang digeledah," akunya.

Ia menerangkan, Ade tinggal di rumah tersebut sejak tahun 2000 dengan membeli sekitar Rp 1 miliar. "Sebelum jadi bupati ya tinggalnya di sini. Tapi setelah jadi bupati paling seminggu sekali," katanya.

Rumah tersebut menurutnya kini ditinggali oleh dua dari lima anak Ade yang sedang kuliah. "Terakhir ketemu Pak Ade ya pas penangkapan istrinya. Waktu itu Pak Ade kebetulan lagi di Bandung," tutur Supriatna.

Sebelum menjadi bupati dan hingga kini, Supriatna menyebut Ade memiliki bisnis sarang burung walet yang omzetnya sangat besar meski ia tak menyebut persis jumlahnya.

"Gedung waletnya 106 dari Indramayu, Bangka Belitung sampai Malaysia. Sebelum jadi bupati juga beliau sudah kaya," katanya.

Supriatna pun mengaku tak percaya dengan pemberitaan soal Ade yang melakukan pemerasan. "Saya tidak percaya," katanya sambil pergi. (dtc)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved