Kamis, 21 November 2019
SDN 16 Desa Tj Peranap Meranti Disebut Bak 'Kandang Kambing', Guru-Siswa Tetap Semangat PBM | Wakil Ketua DPRD Riau Sayangkan Keputusan UAS Mundur dari UIN Suska | Pemkab Natuna Terima DIPA, Transfer Pusat dan DD TA 2020 dari Plt Gubernur Kepri | Rektor UIN Suska: Ustadz Somad Diberhentikan dengan Terhormat Banget | Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan Bulan Depan | Banyak Aset BMN Kementerian Lembaga tidak Dimanfaatkan Oftimal di Wilayah RSK
 
Advertorial Pemkab Bengkalis
Bengkalis Dapat Kuota 186 Orang CPNS Formasi GGD

Advertorial Pemkab Bengkalis - - Jumat, 13/05/2016 - 19:42:31 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Sebagai daerah yang menjadi fokus dan lokus penempatan guru garis depan (GGD) 2016, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menilai program ini sangat tepat untuk pemerataan pelayanan pendidikan, terutama di daerah 3 T (terdepan, terluar dan terpencil).

"Alhamdulillah, untuk program pengadaan CPNS melalui formasi GGD 2016 mendapat kouta sebanyak 186 orang. Sebelumnya, jumlah yang kita usulkan sebanyak 800 orang," ungkap Bupati Bengkalis Amril Mukminin, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penandatanganan Nota Kesepahaman Pengdaan CPNS GGD 2016 di aula Grand Sahid Hotel, Jumat sore (13/5/2016).

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, sangat mendukung program GGD ini, karena sebagai salah satu solusi untuk penyaluran guru secara merata terutama di desa-desa terluar di Negeri Junjungan ini. Keberadaan program GGD ini, untuk memperkuat upaya mencerdaskan anak bangsa terutama di daerah terpencil dan terluar.

"Kita sangat mendukung program ini, sebagai upaya pemerataan pelayanan pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terluar dan terdepan. Selain itu, program ini merupakan berkah sekaligus angin segar bagi calon guru untuk mengikuti seleksi CPNS melalui program GGD," ungkap Bupati Bengkalis Amril Mukminin.
           
Diakui Amril, penyebaran guru di Kabupaten Bengkalis terutama di desa-desa daerah terpencil dan terluar dirasakan belum merata. Program ini, sebagai  solusi dan jawaban untuk penyebaran guru di desa-desa terdepan dan terluar di Negeri Junjungan.
Bupati Bengkalis menginginkan dalam proses penerimaan ini lebih memprioritaskan anak tempatan alias putra daerah. Hal ini, bukan berarti Kabupaten Bengkalis tidak terbuka dengan orang luar daerah, tapi murni semata-mata agar program terlaksana dengan baik.

"Mengapa saya katakan demikian. Ada kekhawatiran, setelah berstatus PNS sibuk mengusulkan pindah tugas. Tapi kalau orang tempatan yang ditugaskan di daerahnya, selain tahu dengan kondisi di lapangan, mereka akan betah di daerahnya dan sangat kecil mengusulkan pindah, ungkap suami dari Kasmarni ini.

Apabila memang harus anak-anak luar daerah diterima dalam program CPNS GGD ini, Amril menginginkan agar CPNS diikat dengan pakta integritas selama 15 tahun untuk mengabdi di daerah terpencil. Kalau hal ini dilakukan, dapat memperkecil kemungkinan guru formasi GGD untuk mengajukan pindah tugas. (las, adv, hms)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved