Selasa, 16 Juli 2019
Lima Intansi di Luar Pemko Pekanbaru Ini akan Buka Layanan di MPP | Noviwaldi Dikabarkan Sakit, Ketua F Demokrat DPRD Riau: Saya Belum Tahu Pasti | Pembekalan Kukerta Bagi Mahasiswa STAI Selatpanjang, Wabup: Berikan Manfaat Bagi Masyarakat | 13 OPD di Riau Belum Ajukan Pencairan Proyek APBN 2019 | Perdana, Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua DPRD Pimpin Rapat Paripurna | BI Perwakilan Riau Musnahkan Rp731 Miliar, Ini Sebabnya
 
Rokan Hilir
ADVERTORIAL
Festival Ritual Bakar Tongkang Rohil Jadi Destinasi Wsiata Nasional dan Internasional

Rokan Hilir - - Kamis, 18/08/2016 - 11:15:21 WIB

BAGANSIAPIAPI, Suluhriau- Festival ritual bakar tongkang (RBT) yang berasal dari Kabupaten Rokan hilir (Rohil) akan diikutsertakan dalam pameran yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tahun 2017 mendatang.
 
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Kementrian Pariwisata RI melalui pesan yang
disampaikan oleh TNI Perwira Penghubung (Pabung) perwakilan Jakarta-Riau. Karena itu,
Bupati Rohil meminta Plt Sekda untuk secepatnya persiapkan panitia agar festival RBT di TMII ini berjalan dengan sukses.

Ritual Bakar tongkang di Rohil akan menyapa warna Jakarta dan sekitarnya, bahkan mnaca negara di RMII ini tahun 2017 mendatang. "Jadi supaya moment berharga ini tidak hilang, maka mengalokasikan anggarannya di APBD 2017 mendatang," ujar Bupati Rohil H Suyatno.
 
Tongkang dibakar, warga penuh kegembiraan  Ditambahkannya,acara ritaul bakar tongkang dianggap sukses sehingga menarik perhatian masyarakat luas bahkan sampai ke manca negara. Jadi ini merupakan momen yang sangat tepat untuk terus mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Rokan Hilir.

Kegiatan RBT banyak mendapatkan pujian, salah satunya berasal dari managemen TMII itu sendiri. Karena pihak managemen pada waktu ini menilai ritual bakar tongkang ini mampu menyedot perhatian yang cukup besar," pungkas Suyatno.


Ritual Bakar Tongkang di Rohil

Bakar Tongkakang Budaya tak Lapuk Telan  Zaman Bagan Siapiapi Rohil dengan budaya ritual bakar  Tongkang yang setiap tahunnya dilakukan oleh masyarakat etnis Tionghoa. Ritual ini satu-satunya di dunia dan hanya ada disini dan menjadi ivent
nasional serta menjadi wisata yang khas dari Kabupaten Rohil, Riau.

Sejarah budaya bakar tongkang ini berawal dari berangkatnya beberapa keluarga dari daratan China untuk mencari tempat kehidupan yang baru. Pada saat itu beberapa keluarga ini merantau dengan mengunakan kapal kayu dan sampailah mereka disuatu tempat yakni Bagan.

Lalu mereka melihat adanya cahaya dan kemudian tanpa berfikir panjang, mereka langsung bergegas menuju asal cahaya tersebut yang ternyata adalah kumpulan kunang-kunang (binatang bercahaya saat malam hari) di atas tempat penampungan ikan (Bagan).
 
Setelah beberapa lama berada di tempat tersebut, para perantau asal China ini merasa bahwa tempat itu adalah tempat yang sangat nyaman bagi mereka tinggali. Sehingga para perantau membakar kapal mereka sebagai tradisi atau simbol tidak akan kembali serta sebagai bentuk sesajen atau ritual bagi dewa mereka yang telah memberikan tempat kehidupan baru.

Makan budaya bakar tongkang menjadi ritual yang dilaksanakan sampai saat ini sebagai mengenang nenek moyang mereka yang telah membawa mereka ke daerah ini (Bagansiapiapi). Setiap tahunya, ribuan masyarakat etnis Tionghoa berbondong-bondong mengikuti acara bakar tongkang.

Kini, setiap ritual Bakar Tongkang digelar, bukan hanya warga Tionghoa yang meramaikannya datang ke Kota Bagansiapiapi. Selain masyarakat Tionghoa setempat, ribuan warga Tionghoa yang berada di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, pulang kampung. Mereka tak ingin melewatkan kesempatan langka menyaksikan ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan setiap bulan Juni setiap tahunnya.

Setiap jelang event Bakar Tongkang Kota Bagan Siapiapi, Rokan Hilir berubah meriah. Berbagai ornamen khas Tionghoa menghiasi sepanjang jalan, terutama di Jalan Perniagaan yang didiami banyak warga Tionghoa.


Gubri Arsyadjualindi Rachman dan Bupati Rohil Suyatno menuju lokasi bakar Tongkang.

Bakar Tongkang telah masuk dalam kalender pariwisata Nasional. Bagi etnis Tionghoa
Bagansiapiapi, Bakar Tongkang atau yang dikenal dengan Sio Ong Cuon meruapakan puncak kemeriahan yang dilakukan secara besar-besaran. 

Tahun 2016, Budaya Bakar Tongkang Sukses Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Rohil berkeinginan Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, terkenal ke seluruh pelosok dunia.
 
Gubri Arsyadjuliandi Rachman dengan Bupati Rohil Suyatno dalam berebgai kesempatan mengatakan, iven bakar tongkang tersebut sudah menjadi destinasi wisata budaya yang dihadiri tamu-tamu luar negeri maupun dalam negeri. Seperti dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, Australia dan. Pada acara bakar tongkang Juni lalu mencapai puluhan
ribu jiwa tumpah di Kota Bagansiapi-api.

Pada pelaksanaan iven bakar tongkang tersebut, tidak adanya kamar-kamar hotel hingga wisma kosong, semuanya terpakai oleh pengunjung pariwisata. Termasuk rumah-rumah penduduk ramai diboking para tamu yang datang ke Bagansiapiapi. Pemkab berharap, momen yang bakar tongkang dapat mendatangkan para investor masuk ke Rohil. Karena, wilayah Rohil memiliki potensi yang dinilai begitu besar, salah satunya potensi pariwisata. (Advertorial Pemkab Rohil)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved