Kamis, 21 November 2019
SDN 16 Desa Tj Peranap Meranti Disebut Bak 'Kandang Kambing', Guru-Siswa Tetap Semangat PBM | Wakil Ketua DPRD Riau Sayangkan Keputusan UAS Mundur dari UIN Suska | Pemkab Natuna Terima DIPA, Transfer Pusat dan DD TA 2020 dari Plt Gubernur Kepri | Rektor UIN Suska: Ustadz Somad Diberhentikan dengan Terhormat Banget | Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan Bulan Depan | Banyak Aset BMN Kementerian Lembaga tidak Dimanfaatkan Oftimal di Wilayah RSK
 
Rokan Hilir
ADVERTORIAL
Tekad Pemkab Rohil Wujudkan Swasembada Pangan Dapat Dukungan Pusat

Rokan Hilir - - Sabtu, 20/08/2016 - 10:29:17 WIB

BAGANSIAPIAPI, Suluhriau- Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Rohil melalui kepemimpinan Suyatno tengah giat dalam berbagai bidang pembangunan.
 
Hal ini dilakukan dengan satu tujuan mensejahterakan masyarakat negeri 1000 kubah ini. Salah satu program sekaligus tekad Pemkab Rohil saat ini bertekad untuk mewujudkan Rohil sebagai daerah swasejak bebembada pangan.

Rohil ingin menjadi daerah yang mandiri dibidang pertanian dan dapat dapat menjadi contoh daerah-daerah yang masih memiliki lahan pertanian yang berpotesi menjadi swasenbada pangan.  Atas tekad ini, Pemkab Rohilpun sudah perhatian khusus dari pemerintah pusat Pemrov Riau. Sektor pertanian yang sangat potensi dikembangkan seperti padi, jagung dan kedelai yang sangat potensi dikembangkan.

Bupati Suyatno, tengah mencoba alat pembajak sawah Terdapat beberapa sentra pangan ini, seperti di Desa Darusalam Kecamatan, Sinaboi. Di desa ini terdapat sentra penghasil padi, jagung dan kedelai (pajali). Agar memudahkan mewujdukan program ini, Pemkab merangkul Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), seperti Gapoktan Sekata di Sinaboi yang memiliki lahan seluas 113 hektar.

Upaya Rokan Hilir Gapai Asa Swasembada Lewat Pemberdayaan Sektor Pertanian Tanaman Pangan
Bupati Rohil Suyatno saat mencoba alat pertanian

Pihak pemerintah pusat melalui Staf Ahli Bidang Bina Lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) Ir Mukti Sarjono, telah meninjau dan bahkan ikut panen raya yang lahan ini didampingi Bupati Suyatno, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Riau, Dr H Askardya Ribudana Patrianov MP, Kepala BPTP Provinsi Riau Prof DR Mas Ganti.
 
Seperti panen jagung padi dan kedelai nasional Pemkab Rohil  belum lama ini, cukup siknifikan dibanding tahun sebelumnya.  Sesuai data Badan Statistik berkisar 77 juta ton pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 77,5 juta ton.

Staf ahli Kementerian bina lingkungan dan pertanian pusat Ir Mukti Sarjono, dalam kunjunganya ke Rohil mengatakan, bahwa ketahanan pangan secara nasional harus dijaga dan dipertahankan demi kelangsungan hidup anak cucu bangsa Indonesia. Ini sejalan dengan nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sarjono juga meminta kepada seluruh pemerintah daerah agar dapat bersinergi dan berkomitmen bersama masyarakat dan TNI untuk melakukan penanaman massal dan mempertahankan tiga bahan pokok, yakni kedelai, jagung dan padi dan jangan dialihfungsikan lahan.  Seluruh petani Rohil, yang sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, baik bantuan han traktor, peralatan pasca panen, obat-obatan dan yang lain-lain agar digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.  "Kalau ada masyarakat petani yang menginginkan bantuan agar membuat proposal sesuai kebutuhan pertanian, melalui dinas pertanian dan nantinya proposal yang dierima akan ditindak lanjuti Oleh Kementerian Pertanian pusat," ujar Sarjono.



Sementara itu Bupati Rohil H Suyatno mengatakan, panen raya perdana Jagung Jenis Super Hebrida Bisi 18 di Kepenghuluan Darussalam, Kecamatan Sinaboi bentuk dari perhatian pemerintah, dimana dari 500hektare lahan yang ditanami jagung dan dibiayai oleh pemerintah pusat dalam program Upsus peningkatan Swasembada pangan.
Bupati Rohil Suyatno saat di sawah.

Diakuinya, masih ada terjadi gagal panen perkebunan milik petani hal tersebut dikarenakan kondisi cuaca kurang menguntungkan dan karena kurang pupuk. Namun, Pemkab tetap memberikan apresiasi kepada para petani.
 
Lahan dikecamatan Sinaboi khususnya di kepenghuluan Darussalam yang saat ini masih ada sekitar 2.040 haktare sangat cocok dijadikan lahan pertanian seperti padi, Kedelai, Jagung, Ubi, dan Talas. "Kita berharap kepada Kelompok Pertanian untuk tetap mempertahankan lahan pertanian yang ada dan jangan sampai dialih fungsikan ke tanaman yang lain sehingga kita bisa terurs mempertahankan dan mewujudkan swasembada pangan," tutupnya. (advertorial Pemkab Rohil)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved