Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Sosial Budaya
Ini 'Rahasia' Rekayasa Uang Gaib Dimas Kanjeng Versi Eks Pengikutnya

Sosial Budaya - - Minggu, 02/10/2016 - 13:35:12 WIB
Foto int
TERKAIT:
 
 

PROBOLINGGO, Suluhriau- Junaidi (50), bekas pengikut asal Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, bicara banyak soal bagaimana cara Dimas Kanjeng Taat Pribadi (46) mendatangkan uang gaib. Dia menyebut uang gaib tersebut rekayasa.

Junaidi menjadi pengikut padepokan pada tahun 2011 lalu, kemudian keluar 4 tahun kemudian. Dia kenal padepokan dari Ismail Hidayah, eks pengikut asal Wringin Anom, Kecamatan Panaruksan, Situbondo, yang ditemukan menjadi mayat pada Februari 2015 lalu.

Menurut Junaidi, dia pernah mendapat cerita dari Ismail bahwa untuk mendapatkan simpati, Dimas Kanjeng mengirim uang 2 koper ke rumah Marwah Dauh Ibrahim, pengurus MUI dan ICMI yang saat ini menjadi ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.

Uang tersebut diklaim muncul secara gaib di rumah Marwah pada malam hari. Padahal, kata Junaidi, bukan datang secara ghaib melainkan ada yang mengantarkannya sembunyi-sembunyi.

"Almarhum Ismail pernah cerita dia bawa uang dua koper ke rumah Bu Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin," terang Junaidi saat kembali melapor ke Mapolres Probolinggo melengkapi berkas laporannya, Minggu (2/10/2016).

Uang sebanyak 2 koper itu, kata Junaidi, diletakkan di teras rumah Marwah pada malam hari saat Marwah tidur. Setelah uang itu berada di rumah Marwah, Taat Pribadi menghubungi Marwah untuk mengecek uang di depan teras rumahnya.

"Taat Pribadi menelepon Bu Marwah, kalau uangnya sudah muncul secara gaib di rumahnya. Padahal Ismail lah yang meletakkan uang itu," ujar Junaidi.

Uang 2 koper itu bukan uang palsu melainkan asli. "Nominalnya miliaran rupiah," ungkap Junaidi seperti dilansir detik.com.

Marwah Daud saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum bisa berkomentar banyak. Ia mengaku ada acara keluarga di Bekasi. Dia membantah melalui pesan singkat (SMS). "Setahu saya tidak pernah,".

Sumber: Detik.com| Editor: Jandri

Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved