Rabu, 30 September 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Agar Cabe Tahan Enam Bulan, Kini Dikembangkan Teknologi Pengawetan
Selasa, 21 Maret 2017 - 08:24:26 WIB

SULUHRIAU-  Harga cabai di pasaran kerapkali melambung tinggi. Stok panen cabai di daerah-daerah tidak mampu bertahan lama karena dalam waktu 2-3 bulan cabai sudah busuk.

Kondisi tersebut mendasari para peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah, untuk mengembangkan teknologi pengawetan cabai. "Kalau musim panen cabai, saking banyaknya sampai tidak tertampung, jadi busuk. Tapi pada satu saat cabai sedang tidak musim, harga melonjak sampai di atas Rp 100 ribu. Beras juga demikian," kata Rektor Universitas Diponegoro, Prof Yos Johan Utama, kepada Republika, Senin (20/3/2017).

Yos mengatakan teknologi pengawetan cabai ini merupakan buah karya peneliti Undip, Dr Muhammad Nur. Ia menciptakan suatu alat yang mampu mengawetkan komditas cabai dan beras. Usia cabai yang normalnya hanya dua bulan bisa bertahan sampai 6 bulan, sedangkan beras bisa awet sampai 4 tahun.

Ia menerangkan, perangkat pengawetan ini berbentuk semacam boks, dengan memanfaatkan teknologi nano. Cabai atau beras dimasukkan ke dalam boks tersebut sehingga dapat tahan lama.

Teknologi ini, jelas Yos, sudah siap digunakan. Para peneliti Undip saat ini sedang dalam tahap pengembangan agar masa pengawetannya semakin lama.

Menurutnya, teknologi ini sudah dipakai oleh Bulog untuk mengawetkan beras. Pihaknya juga berencana menggandeng para petani dari wilayah pedesaan di Jawa Tengah.

Lebih lanjut ia menuturkan, Bank Indonesia pun mulai melirik pengembangan teknologi ini mengingat dampak kelangkaan bahan-bahan pangan terhadap stabilitas moneter sangat tinggi. 

Penelitian ini, ungkapnya, merupakan upaya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat atau petani kecil di daerah-daerah agar komoditas yang mereka hasilkan bisa lebih tahan lama. "Ini akan memberikan multiefek. Tidak hanya ketersediaan bahan pangan, tapi juga stabilitas harga dan memberikan kesejahteraan bagi petani," kata Yos.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat