Selasa, 20 Oktober 2026 SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa | Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata | Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan | Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA | 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar | Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
 
 
☰ Hukrim
Dari Diskusi Hari Hutan se Dunia 2017,
Deforestasi Hutan Riau Terparah di Dunia
Rabu, 22 Maret 2017 - 08:29:07 WIB
Ilustrasi (int)

SULUHRIAU, Pekanbaru- Deforestasi (kerusakan) hutan di Riau dalam bebrapa tahun terkahir merupakan terparah di dunia.

Ini antara lain disebabkan, korporasi berbasis tanaman industri dan korporasi perkebunan kelapa sawit dengan menebang hutan alam.

Hal itu Okto Yugo, Staf Media dan Kampanye Jikalahari dalam diskusi yang ditaja lembaga tersebu dalam rangka memperingati hari hutan sedunia, Selasa (21/3/2017) Gedung LAM Riau, di Pekanbaru.
 
Dalam diskusi ini diungkapkan Okto, deforestasi semakin meningkat pada tahun 2013 lalu, total 252,172 hektar hutan alam dihancurkan korporasi berbasis tanaman industri, dibanding tahun sebelumnya deforestasi sebesar 188 ribu hektare.

Saat ini, sisa hutan tidak lebih dari 1,7 juta hektar atau tinggal 19 persen dari luas daratan riau seluas 8,9 juta hektar.

Okto Yugo, staf media dan kampanye Jikalahari menyebutkan, jikalahari mencatat 2009-2012, Riau  kehilangan tutupan hutan alam sebesar 565.197.8 hektar atau 0,5 juta hekatre dengan laju deforestasi pertahun sebesar 188 ribu hektar pertahun dan 73,5 persen kehancuran terjadi pada hutan alam gambut.

Pihaknya bersama lsm lingkungan dan penggiat lingkungan akan terus melakukan aksi untuk menyelamatkan hutan Riau.

Diskusi juga membahas komunitas peduli lingkungan, persoalan RTRW Riau dan hutan untuk rakyat tersebut berkesimpulan bahwa buruknya tata kelola kehutanan di riau karena pemerintah indonesia membiarkan korporasi menebang hutan alam, merampas hutan tanah rakyat, melakukan praktek korupsi, illegal logging dan perusakan ekologis.

Sikap pembiaran atau pengabaian pemerintah menjadi keuntungan besar bagi korporasi padahal bertentangan dengan komitmen mengurangi emisi karbon sebesar 26 persen. (slt)




 
Berita Lainnya :
  • SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa
  • Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata
  • Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan
  • Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
  • 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa
    02 Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata
    03 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan
    04 Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
    05 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
    06 Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
    07 Pamit ke Riau, Edison Manik Perkuat Sinergi Kemenkum Kepri dan Pemko Tanjungpinang
    08 Edison Manik Dorong ASN Kemenkum Riau Kuasai Metode Analisis Kebijakan Hukum
    09 Pengacara Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sosok yang Pernah Mengawal Keluarga Brigadir J
    10 Digrebek Dinihari, Pelaku Narkoba di Aursati Kedapatan Simpan Sabu dalam Toilet Dibekuk Polisi
    11 Menbud Fadli Zon Terpukau Candi Muara Takus, Bupati Kampar Sodorkan Proposal Pelestarian
    12 Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
    13 Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman
    14 Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
    15 Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
    16 Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
    17 Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
    18 Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat
    19 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
    20 KPK Ungkap Dana Bencana BNPB Diduga Jadi Bancakan, Adik Mantan Kepala BNPB Tersangka
    21 Polresta Pekanbaru Sisir Kampung Dalam-Kampung Terendam, Tes Urine 3 Orang Positif Methamphetamine
    22 Tragis di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dipukul dengan Kayu oleh Anak Kandung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat