Rabu, 22 08 2018
Lima Jasad Utuh hingga Gigi Emas Terkubur di Makam Tol Semarang-Batang | Mesjid Al Azhar Shalat Idul Adha Hari Ini, Pembina Jelaskan Alasannya | Pejabat Eselon IV Dilantik Mendadak, Ini Pesan Sekko Pekanbaru | Komisi X Apresiasi Jepang yang Pulangkan 4 Atlet Asian Games Usai Sewa PSK | Majlis Tafsir Al Quran Shalat Idul Adha Selasa Pagi Ini | KPU Riau Banyak Terima Laporan Masyarakat Terkait DCS Bacaleg
 
Pendidikan
Bupati Siap Anggarkan Beasiswa Kurang Mampu yang Berprestasi

Pendidikan - - Selasa, 28/11/2017 - 21:16:09 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengaku sangat konsen memperhatikan perkembangan dunia pendidikan di Meranti dalam upaya meningkatkan kwalitas SDM.

Sebab itu, Pemkab Meranti selalu menganggarkan dana miliaran rupiah untuk membantu anak-anak mida Meranti berprestasi untuk bersekolah di Universitas ternama di Indonesia.

Ia juga menegaskan siap beri bantuan beasiswa kepada mahasiswa tapi dengan syarat mahasiswa bersangkutan merupakan mahasiswa berprestasi, mau sekolah tapi tidak memiliki biaya untuk kuliah.

Menurut Bupati beasiswa bukan untuk semua mahasiswa tapi diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan sehingga tidak terkesan bagi-bagi uang.

"Jika beasiswa  kita berikan kepada seluruh mahasiswa tanpa pertimbangan hal ini terkesan bagi-bagi uang,dan justru akan melukai hati masyarakat Meranti," jelas Bupati  disela kunjungannya di Sekolah Yayasan Aisyiah, Selasa (28/11/2017), sekaligus menjawab tuntutan mahasiswa yang berunjukrasa dikantor Bupati beberapa waktu lalu.

Diakui Bupati selama ini pemberian beasiswa memang banyak dilakukan oleh Pemerintan Kabupaten Kota, tapi setelah melalui kajian hal ini dinilai kurang efektif, karena objeknya tidak terukur. Artinya tidak ada jaminan beasiswa yang diberikan benar-benar bermanfaat atau berhasil meningkatkan kwalitas pendidikan bagi mahasiswa bersangkutan, dan parahnya lagi tak sedikit dari penerima justru berasal dari keluarga yang mampu.

Apa yang dilakukan selama ini (bagi-bagi uang beasiswa.red), dikatakan Bupati merupakan suatu hal yang keliru karena hasil dan manfaatnya tak terukur, dan perlu juga diketahui oleh masyarakat kalau kewajiban dari Pemerintah Daerah itu hanyalah wajib belajar 9 tahun, sementara untuk tingkat SMU merupakan tanggung jawab Provinsi dan Perguruan Tinggi merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Pusat.

Tapi alangkah baiknya menurut Bupati jika anggaran yang ada dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur yang ada dipedesaan yang pastinya lebih bermanfaat bagi masyarakat luas dan mencibtakan stabilitas ekonomi di pedesaan.

"Saat ini kita butuh dana yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur dipedesaan, alangkah baiknya jika anggaran yang ada kita fokuskan kesana, tentu lebih bermanfaat," jelas Bupati.

Bupati juga menghimbau kepada mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan Meranti, hendaknya berfikir lebih kritis jangan hanya sekedar menuntut sampai melakukan unjukrasa yang dapat menganggu stabilitas ekonomi dan Kamtibmas.

"Saya harap adik adik mahasiswa sebagai seorang intelektual harapan daerah dan bangsa dapat lebih kritis menyikapi hal ini," harapnya. [raf]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved