Senin, 19 November 2018
Buka Asistensi, Wabub Ingatkan OPD Penuhi kewajiban Keuangan Pajak | Hanya 227 Peserta Tes CPNS Pemko Pekanbaru Lulus Passing Grade SKD | Ini Penampakan Ular Piton Besar Ditangkap Warga Rohul | Empat Anggota DPRD Pekanbaru PAW Dilantik dan Diambil Sumpah | Sekda: ASN Meranti Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat | Heboh! Tahanan Pria Potong Alat Vitalnya Lalu Buang ke Kloset
 
Sosial Budaya
Hadiri Maulid Nabi di Monas, Panglima TNI: Bentuk Kecintaan Saya

Sosial Budaya - - Jumat, 01/12/2017 - 17:28:48 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hadir pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Silang Monas, Jakarta.

Gatot mengatakan kehadirannya sebagai bentuk kecintaannya terhadap umat dan Nabi Muhammad SAW.

"Saya di sini kalau melihat jamaah begini pinggang saya gemeteran, apalagi saya berdiri di belakangnya para guru, ulama dan habaib. Saya bukan ustaz tapi harus bicara di depan para ulama," kata Gatot di Silang Monas, Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Gatot mengaku sempat bingung akan menyampaikan sambutannya di hadapan para jamaah dan ulama. Meski begitu dirinya mengakui bahwa kehadirannya, karena bentuk kecintaannya terhadap keteladanan baginda Rasullah SAW.

"Saya bingung apa yang mau saya omongin di sini. Tapi saya hadir ke sini alhamdulilah di acara Maulid Nabi Muhammad SAW, karena kecintaan saya kepada Rasulullah sama dengan bapak dan ibu sekalian," jelasnya.

Baginya, sosok Nabi Muhammad SAW telah memberikan banyak contoh keteladanan yang patut ditiru semua umatnya. Bahkan salah satu sifatnya yang memberikan kasih sayang ke musuh sekalipun.

"Terhadap musuh-musuhnya pun demikian, Rasulullah mengatakan kita harus berbuat baik kepada tawanan bahkan memberikan makanan yang sangat layak," ungkapnya.

"Hal ini lah yang terus disampaikan dan menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Ini yang diajarkan Islam dan harus benar-benar kita tiru serta teladani," lanjut Gatot.

Ditambahkan Gatot, jika ingin mengikuti jejak Rasulullah untuk tinggal di surga Allah SWT, maka dilarang untuk saling menjelek-jelekkan maupun berucap kasar kepada orang lain.

"Jadi saya ingatkan kalau ada ulama berbicara kasar dan menjelek-jelekkan orang lain itu bukan ulama yang mencontoh Rasulullah, bukan. Sama juga yang saya dengar dari guru-guru saya dan para habaib di majelis Rasulullah ini tidak pernah mendengar kata yang membuat kita marah, karena selalu menjelaskan apa yang diajarkan Rasulullah kepada kita," jelas Gatot.

Di akhir kata, Gatot meminta maaf kepada para jamaah dan ulama karena tidak bisa mengikuti acara hingga selesai. Dirinya mengapresiasi para jamaah yang telah datang jauh untuk mengikuti Maulid Nabi ini.

"Itu saja yang bisa saya sampaikan bib, maaf tidak bisa sampai selesai. Para jamaah yang sudah jauh-jauh ke sini bukan semata berkumpul saja tapi kita ingin meneladani apa yang dilakukan Rasulullah," tutupnya.

Sumber: detik.com

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved