Senin, 21 Mei 2018
Kemenag Diminta Buat Daftar Penceramah Non-Muslim | Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Berhasil | Diduga Cekcok Masalah Ayam, Pria Ini Tewas Dibacok Keponakannya | Masjid Jami Abu Darda Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis | Oknum TNI Tabrak Polantas Hingga ke Atap Mobil, Ini Penjelasan Kodam | Pemilik Mobil yang Tabrak Polantas Oknum TNI
 
Internasional
Jenderal Kroasia Tenggak Racun Sianida di Sidang PBB

Internasional - - Sabtu, 02/12/2017 - 12:33:25 WIB

SULUHRIAU, Amsterdam- Nama Slobodan Praljak mencuat setelah dirinya membuat heboh di ruang sidang internasional PBB di Den Haag, Belanda.

Pasalnya, veteran perang Kroasia-Bosnia itu bunuh diri dengan menenggak racun tidak lama setelah pengadilan memutuskan menolak banding yang diajukan.

Otoritas Belanda langsung menggelar penyelidikan terkait insiden bunuh diri si Jenderal Kroasia di ruang sidang tersebut. berdasarkan temuan awal hasil autopsi, Slobodan Praljak menggunakan racun sianida untuk mengakhiri hidupnya.

“Uji toksikologi menemukan bahwa Praljak memiliki konsentrat potasium sianida dalam darahnya. Hal ini mengakibatkan kegagalan jantung, yang diindikasikan sebagai penyebab kematian tersangka,” bunyi pernyataan resmi Kejaksaan Negeri Belanda, mengutip dari Reuters, Sabtu (2/12/2017).

Aksi nekat pria berusia 72 tahun itu dilakukan setelah bandingnya ditolak oleh Pengadilan Kejahatan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia (ICTY), pada Rabu 29 November. Praljak hanya mengatakan dengan singkat bahwa dirinya hendak menenggak racun dan langsung melakukannya tanpa ragu.

Sebelum hasil dari kejaksaan, pengadilan internasional PBB juga meluncurkan tinjauan ulang (review) secara independen terhadap kematian terdakwa. Praljak dipastikan bunuh diri di menit-menit akhir usai pembacaan vonis sebelum pengadilan atas kasus tersebut ditutup akhir Desember.

“Saya hanya menenggak racun. Saya bukan penjahat perang. Saya menentang hasil keputusan ini,” ujar Slobodan Praljak, sesaat sebelum memasukkan racun ke dalam mulutnya.

Kejaksaan Negeri Belanda beberapa hari lalu mengatakan akan memfokuskan penyelidikan pada bagaimana cara terdakwa mendapatkan cairan terlarang itu di dalam ruang sidang PBB yang dijaga ketat. Penyidik juga menyelidiki apakah ada pihak yang membantu menyusupkan racun itu ke dalam gedung. [okz,jan]

Minggu, 20/05/2018 - 15:37:58 WIB
200 Nama Mubaligh Direkomendasi,
Kemenag Diminta Buat Daftar Penceramah Non-Muslim
Minggu, 20/05/2018 - 15:14:29 WIB
20 Tahun Reformasi
Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Berhasil
Minggu, 20/05/2018 - 15:04:11 WIB
Diduga Cekcok Masalah Ayam, Pria Ini Tewas Dibacok Keponakannya
Minggu, 20/05/2018 - 15:00:52 WIB
Serba-Serbi Ramadhan
Masjid Jami Abu Darda Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis
Minggu, 20/05/2018 - 13:17:33 WIB
Oknum TNI Tabrak Polantas Hingga ke Atap Mobil, Ini Penjelasan Kodam
Minggu, 20/05/2018 - 12:55:23 WIB
Pemilik Mobil yang Tabrak Polantas Oknum TNI
Minggu, 20/05/2018 - 12:06:44 WIB
Menag: Daftar Mubaligh untuk Jawab Pertanyaan Masyarakat
Minggu, 20/05/2018 - 12:00:59 WIB
Pemuda Muhammadiyah Minta Kemenag Anulir Daftar 200 Mubaligh
Minggu, 20/05/2018 - 11:37:52 WIB
Kaitkan Bom dan #2019GantiPresiden, Dosen USU Ditangkap
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved