Senin, 21 Mei 2018
Kemenag Diminta Buat Daftar Penceramah Non-Muslim | Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Berhasil | Diduga Cekcok Masalah Ayam, Pria Ini Tewas Dibacok Keponakannya | Masjid Jami Abu Darda Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis | Oknum TNI Tabrak Polantas Hingga ke Atap Mobil, Ini Penjelasan Kodam | Pemilik Mobil yang Tabrak Polantas Oknum TNI
 
Nasional
Berkas Setya Novanto Lengkap, Total 99 Orang Saksi Diperiksa KPK

Nasional - - Rabu, 06/12/2017 - 07:31:14 WIB

SULUHRIAU, Jakarta- KPK sudah merampungkan berkas perkara tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto. Ada 99 orang saksi yang diperiksa KPK terkait perkara Novanto.

"Total 99 orang saksi telah diperiksa untuk tersangka SN (Setya Novanto) dalam perkara TPK (tindak pidana korupsi) pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik) sejak KPK menetapkan SN kembali sebagai tersangka pada 31 Oktober 2017," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2017).

KPK, menurut Priharsa, mengulang proses penyidikan Novanto setelah hakim tunggal Cepi Iskandar memenangkan gugatan praperadilan Novanto pada 29 September 2017.

Mereka yang diperiksa sebagai saksi berasal dari sejumlah unsur, yakni PNS dan pensiunan PNS pada Kemendagri, Sekretaris Ditjen Dukcapil, mantan Mendagri, Dirjen Dukcapil, PNS BPPT, dan PNS LKPP.

Diperiksa juga sebagai saksi, anggota DPR dan mantan anggota DPR, karyawan dan pejabat perusahaan peserta pengadaan dan anggota konsorsium, mantan Sekjen DPR, auditor/PNS BPKP, serta pihak swasta.

Selain saksi tersebut, pihak Novanto mengajukan 14 saksi meringankan. Namun hanya 12 yang difasilitasi untuk diperiksa oleh KPK. Mereka terdiri dari 7 politikus Golkar serta 4 ahli hukum pidana dan 1 ahli hukum tata negara.

Tetapi hanya 3 orang yang memenuhi panggilan KPK. Mereka adalah Wakil Ketua DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman, Wakil Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin yang juga dari Fraksi Golkar, dan ahli hukum tata negara Margarito Kamis.

Sumber: detik.com

Minggu, 20/05/2018 - 15:37:58 WIB
200 Nama Mubaligh Direkomendasi,
Kemenag Diminta Buat Daftar Penceramah Non-Muslim
Minggu, 20/05/2018 - 15:14:29 WIB
20 Tahun Reformasi
Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Berhasil
Minggu, 20/05/2018 - 15:04:11 WIB
Diduga Cekcok Masalah Ayam, Pria Ini Tewas Dibacok Keponakannya
Minggu, 20/05/2018 - 15:00:52 WIB
Serba-Serbi Ramadhan
Masjid Jami Abu Darda Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis
Minggu, 20/05/2018 - 13:17:33 WIB
Oknum TNI Tabrak Polantas Hingga ke Atap Mobil, Ini Penjelasan Kodam
Minggu, 20/05/2018 - 12:55:23 WIB
Pemilik Mobil yang Tabrak Polantas Oknum TNI
Minggu, 20/05/2018 - 12:06:44 WIB
Menag: Daftar Mubaligh untuk Jawab Pertanyaan Masyarakat
Minggu, 20/05/2018 - 12:00:59 WIB
Pemuda Muhammadiyah Minta Kemenag Anulir Daftar 200 Mubaligh
Minggu, 20/05/2018 - 11:37:52 WIB
Kaitkan Bom dan #2019GantiPresiden, Dosen USU Ditangkap
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved