Rabu, 22 08 2018
Lima Jasad Utuh hingga Gigi Emas Terkubur di Makam Tol Semarang-Batang | Mesjid Al Azhar Shalat Idul Adha Hari Ini, Pembina Jelaskan Alasannya | Pejabat Eselon IV Dilantik Mendadak, Ini Pesan Sekko Pekanbaru | Komisi X Apresiasi Jepang yang Pulangkan 4 Atlet Asian Games Usai Sewa PSK | Majlis Tafsir Al Quran Shalat Idul Adha Selasa Pagi Ini | KPU Riau Banyak Terima Laporan Masyarakat Terkait DCS Bacaleg
 
Metropolis
Gagal Capai Target PAD 2017,
Azharisman Rozie Sebut Sejak Awal Menolak Jadi Kadispenda, Tapi..

Metropolis - - Rabu, 06/12/2017 - 17:45:18 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Azharisman Rozie menanggapi isu rencana Walikota Pekanbaru Firdaus, yang akan mengevaluasi jabatannya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru.

Alasan Walikota Pekanbaru ini untuk mengevaluasi jabatan mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru karena target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp500 miliar masih belum mencapai target.

Namun, Azharisman Rozie memiliki jawaban sendiri. Ia menyebut, bahwa dirinya sejak awal menolak untuk jadi Kepala Bapenda.

"Yang perlu juga diketahui, dari awal saya menolak menjadi Kadispenda (sekarang Kepala Bapenda), karena saya ahli Pemerintahan bukan ahli Keuangan. Tetapi karena perintah (maka) sami'na watho'na," kata Haris seperti dikutip dari Cakaplah, (6/12/2017).

Dalam kesempatan ini, Haris juga mencoba meluruskan jika pemberitaan di media terkait bakal dievaluasi dari Kepala Bapenda sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Walikota Pekanbaru, Firdaus.

"Saya ada tanya pak wali, judulnya sengaja adinda adu domba! Hehhe," tambahnya.

Saat disinggung bahwa apa yang disampaikan terkait rencana Firdaus untuk mengevalusi jabatannya memang terlontar dari orang nomor satu di Pekanbaru, lagi-lagi Haris hanya menjawab diplomatis.

"Yang beliau sampaikan normatif saja, cuma bahasa intelektualitas dinda yang terjemahannya tapi tidak ada persoalan, semoga harapan bersama untuk potensi Rp500 Miliar dapat dicapai," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Firdaus, terlihat tidak puas dengan kinerja Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Azharisman Rozie.
Ketidakpuasan orang nomor satu di Pekanbaru ini bukan tanpa alasan, melihat menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Pekanbaru yang tidak mencapai Rp500 Miliar.

"Pertumbuhan bidang ekonomi cukup besar di Kota Pekanbaru, kok hasil PAD-nya kecil. Malah justru kita tertinggal dari Kota Batam yang sebelumnya di bawah kita dan PAD-nya sudah mencapai Rp1,1 triliun," kata Firdaus, Selasa (5/12/2017).

Dikatakan Firdaus, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Bapenda Pekanbaru, yang dinilai tidak bisa menaikan target PAD di Kota Pekanbaru padahal investasi di Bidang Perhotelan, Restoran, Pusat Perbelanjaan dan lainnya terus menggeliat di Kota Pekanbaru.

"Tiga tahun yang lalu kita diatas Kota Batam, sekarang malah Batam di atas kita. Ini harus menjadi cambuk bagi kita, makanya kita akan evaluasi Kepala OPD nya," pungkasnya. [jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved