Minggu, 16 Desember 2018
Tenggelam 2 Hari Lalu, Warga Koto Tibun Ditemukan di Desa Terantang | Pengamat: Gaji Naik 5%, Jangan Jadi PNS kalau Mau Enak | Mobil Listrik Setara 1.900 Tenaga Kuda Lahir 2019 | Mobil Ketua DPC Gerindra Dilempar Batu, Begini Kondisinya | JPU Tuntut Mati 3 Kurir 55 Kg Sabu-sabu dan 46.716 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis | Kadiskominfotik Bengkalis Serahkan Email Sanapati ke-11 Kecamatan
 
Internasional
Terisolasi Saat Sidang DK PBB, AS Bela Keputusan Trump Soal Yerusalem

Internasional - - Sabtu, 09/12/2017 - 12:17:44 WIB

SULUHRIAU, New York - Amerika Serikat (AS) terisolasi dalam sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang khusus membahas Yerusalem. Dihujani kritikan oleh anggota DK PBB, AS teguh membela keputusan Presiden Donald Trump mengakui Kota Suci itu sebagai ibu kota Israel.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), perdebatan sengit terjadi dalam sidang darurat yang digelar di markas PBB di New York pada Jumat (8/12) waktu setempat. Tidak ada voting untuk resolusi tertentu yang dilakukan dalam sidang darurat kali ini ini.

Sidang darurat ini digelar sekitar dua hari usai Trump secara resmi mengakui Yerusalem. Sedikitnya 8 dari 15 negara anggota DK PBB meminta langsung digelarnya sidang ini secara khusus membahas pengakuan Trump soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Keputusan ini sangat tidak membantu bagi prospek perdamaian di kawasan," tegas Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, yang menyatakan pemerintah Inggris sangat tidak setuju dengan keputusan Trump soal Yerusalem ini.

Duta Besar AS untuk BB, Nikki Haley, membela keputusan Trump dan menegaskan AS tetap berkomitmen pada upaya perdamaian dan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

"Biar saya tekankan sekali lagi, presiden dan pemerintahan ini tetap berkomitmen pada upaya perdamaian," ucap Haley.

Dijelaskan Haley bahwa dalam mengubah arah kebijakan luar negeri AS, Trump hanya mengakui realitas, mengingat pemerintahan dan parlemen Israel berlokasi di Yerusalem. Menurut Haley, Trump meyakini keputusannya ini tidak akan berdampak pada hal-hal yang nantinya disepakatiIsrael dan Palestina terkait batas wilayah dan perbatasan untuk kota suci yang disakralkan tiga agama itu, Islam, Kristen dan Yahudi.

"Saya memahami kekhawatiran negara-negara anggota yang meminta digelarnya sidang ini. Perubahan itu sulit," ujar Haley.

Dalam sidang itu, lima negara Eropa yang menjadi anggota DK PBB bersikeras menyebut kebijakan baru AS ini tidak konsisten dengan resolusi-resolusi terdahulu PBB. Salah satunya resolusi PBB yang menganggap Yerusalem Timur sebagai wilayah yang diduduki oleh Israel.

Lebih lanjut, Inggris bersama dengan Prancis, Italia, Jerman dan Swedia meminta AS mengajukan proposal rinci soal solusi penyelesaian konflik Israel-Palestina. Otoritas Prancis menyebut AS telah mendepak dirinya sendiri dalam isu Timur Tengah.

"Kenyataannya adalah mereka (AS-red) sendiri dan terisolasi dalam isu ini," sebut Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian seperti dilansir Reuters.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved