Kamis, 12 Desember 2019
Meranti Pacu Pertumbuhan Ekonomi Melalui Aksesbilitas Pelabuhan | Ratusan Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Rohul Ikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan | Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong Mesin Potong Kayu | Apakah Pertanyaan Kubur Diperuntukkan Semua Manusia atau hanya Muslim Saja? | Nadiem: Ujian Nasional Adalah Beban Stress Siswa, Akan Ada Penggantinya di 2021 | Rakor dengan Pimpinan Daerah, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar
 
Kesehatan
Anak Digigit Kucing Warga Palas Mengadu, Distan: Jika Kucing Mati Bawa Kepalanya!

Kesehatan - - Selasa, 19/12/2017 - 10:31:40 WIB

SULUHRIAU, Pekabaru- Seorang warga Jl Pastoran, Palas-Rumbai Pekanbaru Karantina, S mengadu ke Distan Pekanbaru anaknya digigit kucing. Ia khawatir anaknya terkena rabies. Peristiwa anaknya berusia 9 tahun bernama Marsio Manik digigit kucing Ahad (17/12/2017) sore.

Ia lantas mengadukan masalah ini ke puskesmas terdekat di Rumbai, dan puskesmas merekom agar melaporkan kondisi ini ke Distan Pekanbaru. "Saya takut anak kena rabies, makanya saya laporkan ini ke Distan," ujar Karantina di kantor Distan Pekanbaru, Selasa (18/12/2017).

Ia mengatakan, di wilayah kerap terjadi kasus gigitan hewan penulas rabies (HPR), seperti anjing dan kucing. "Dulu saya melihat langsung warga meninggal akibat rabies, ngeri kali melihatnya," ujar Karanti dengan logat Bataknya.

Menyikapi aduan Warga ini, Kasi Kasi Keswan dan Kesmavet Distankan Pekanbaru, Herlandra, memberikan rekom pula ke Puskesmas untuk dilakukan vaksin anti rabies (VAR). Ia meminta agar warga yang melaporkan itu memantau kucing tersebut, jika mati selama 14 hari sejak menggigit anaknya, ia meminta membawa kepala kucing yang baru mati ke Kantor Distan Pekanbaru untuk dicek ke laboratorium memastikan postif rabies atau tidak. "Inilah cara memastikan hewan terkena rabies, sedangkan penanganan manusia di dinas kesehatan," kata Herlandra.

Herlandria mengaku, di Pekanbaru ini masih tinggi kasus rabies. Ia mencontohkan, pada Agustus 2017 saja ada 136 kasus, dari jumlah itu, postif hasil labor 6 kasus, neagatif nol, a1 kasus tak bisa diperiksa (cek labor) karena hewan sudah lama mati dan juga tidak dapat membawa kepala hewan untuk dicek (lisis). Dari jumlah 16 teresebut 83 kasus hewan liar (90 persen anjing), dan bebas observasi 32 kasus.

Ia menambahkan, endemis rabies di Pekanbaru ini seperti di Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai, Tanayan Raya dan Marpoyan Damai. "Kita menghimbau warga janga anggap remeh akibat rabies," pungkasnya. [yas]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved