Rabu, 19 Desember 2018
Bupati Bengkalis Resmikan Gedung PAUD Hidayah SULUHRIAU, Bengkalis- Usai melantik delapan Kepala De | Di Meranti, Majelis Hakim Vonis Bebas Pemilik Sabu 123,88 Gram | Disducapil Meranti Musnahkan Ribuan e- KTP | Baliho dan Bendera Partai Demokrat Dirusak, Ani Yudhoyono Menangis | Presiden Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara | Disdukcapil Natuna Musnahkan 8.330 keping e-KTP Rusak dan Invalid
 
Sosial Budaya
Google Bantah Sebar Polling 'Hapus Video Ustazd Abdul Somad'

Sosial Budaya - - Rabu, 20/12/2017 - 17:30:40 WIB

SULUHRIAU- Dugaan tindakan persekusi yang dilakukan sejumlah organisasi kemasyarakatan di Bali terhadap penceramah agama Ustazd Abdul Somad beberapa waktu lalu kembali menuai perhatian.

Kali ini, sebuah polling online yang mengatasnamakan Google untuk menghapus video ceramah Ustazd Abdul Somad di YouTube.

Polling yang beralamat di googlepolling.gdn itu mengungkapkan alasan dibuatnya jajak pendapat karena banyaknya laporan yang mengatakan bahwa video tayangan ceramah Ustazd Abdul Somad diduga ada muatan kebencian.

"Oleh karena itu, kami melaksanakan polling ini untuk mengetahui respon audiense di Indonesia," demikian bunyi keterangannya.

Dari total 3.303 suara, sebanyak 2.000 suara atau sekitar dua pertiga responden menyatakan tidak setuju penghapusan ceramah Ustazd Abdul Somad di YouTube. Sisanya, sebesar 1.303 suara mengatakan setuju.

Sekitar 807 komentar disampaikan oleh netizen yang sekaligus mengkritik alasan jajak pendapat untuk menghapus video tersebut.

Namun, seperti dilansir CNNIndonesia.com situs polling tersebut sepintas terlihat seperti jajak pendapat sungguhan. Ketika diakses pada Rabu (20/12/2017) pagi, halaman utama tertulis Google Polling dan berubah menjadi Go-Polling ketika diakses pada pukul 16.00 WIB.

Google membantah buat polling

Menanggapi keanehan pada laman utama situs Google Polling, perwakilan Google Indonesia memastikan bahwa situs tersebut hoaks.

"Layanan resmi untuk membuat survei baru sendiri atau bersamaan dari Google yang dapat diakses pengguna Gmail bernama Google Formulir, bukan Google Polling," tulis perwakilan Google Indonesia dalam keterangan resmi dilansir CNNIndonesia.com.

Pembuat jajak pendapat bisa menganalisis hasil polling dan mengumpulkan tanggapan responden dalam format Speedsheet. Selain mengumpulkan jawaban setuju atau tidak setuju, pembuat polling juga bisa melengkapinya dengan menggunakan foto sebagai pendukung polling [CNNIndonesia.com, Jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved