Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Sosial Budaya
DPR Minta Alasan Penolakan Dakwah Ustaz Somad Dibuka Lebar

Sosial Budaya - - Sabtu, 30/12/2017 - 14:41:17 WIB

SULUHRIAU- Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq meminta adanya kejelasan informasi terkait aktivitas dakwah yang dilakukan Ustaz Abdul Somad yang akhir-akhir ini kerap kali mendapatkan penolakan.

Menurut Maman, sama seperti menyampaikan pendapat di muka umum, berdakwah juga dilindungi konstitusi sehingga sangat disayangkan bila adanya penolakan.

Penolakan yang dialami Ustaz Somad seakan beruntun akhir-akhir ini. Berawal dari ia mendapatkan penolakan dari oknum tertentu di Bali, lalu ditolak masuk oleh otoritas Imigrasi Hong Kong, dan terakhir dibatalkannya pengajian di Masjid Nurul Falah, PLN Disjaya, Gambir yang sedianya menghadirkan Ustadz Somad sebagai penceramah.

"Saya rasa kita harus mulai berikan pemahaman kepada seluruh warga bangsa ini agar tidak menerima informasi setengah-setengah. Makanya semua harus dibuka alasannya kenapa ada penolakan di Bali, di Hong Kong, termasuk juga kemarin di PLN," jelas Maman kepada Okezone, Sabtu (30/12/2017).

Sebagai Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LD-NU), Maman mengapresiasi kesuksesan Ustadz Somad dalam berdakwah melalui media sosial. Bila biasanya media sosial dianggap sebagai biang perpecahan, menurut Maman, Ustadz Somad dan timnya berhasil mengubahnya.

"Di tangan tim manajemennya Ustadz Abdul Somad, media sosial menjadi alat memberikan pemahanam agama yang benar dan menciptakan ukhuwah di antara kita baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah ataupun ukhuwah basariah yaitu persaudaraan atas nama kemanusiaan," ucapnya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap bangsa ini melawan ujaran kebencian dan fitnah yang sedang merebak akhir-akhir ini.

"Sehingga negeri ini harus tetap mengutamakan toleransi, nilai kedamaian dan juga pemeirntah jangan disusupi orang-orang yang anti perdamaian," pungkasnya. [okz,jan]


Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved