Sabtu, 20 Januari 2018
Uang Rp50 Juta dari OTT Kades Rantau Binuang Sakti Rohul Disita | Anggota Polantas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah | Oknum Kades di Rohul Kena OTT, 5 Orang Lainnya Turut Diamankan | Dua Truk Terbenam Akibat Jalan Kubang Raya Rusak Parah | 23 Tahun Berpisah, Wasito Terus Telusuri Jejak Ibunya di Bengkalis | Suzuki Ertiga VS Toyota Rush Tabrakan Maut di Jalan Tengku Bey Pekanbaru
 
Politik
Mahfud: Putusan MK Soal PT tak Perlu Diperdebatkan

Politik - Editor: Jandri - Jumat, 12/01/2018 - 18:29:55 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) tetap pada angka 20 persen tidak perlu lagi diperdebatkan.

Ia pun mengimbau semua Parpol untuk menerima putusan tersebut. "Sudah tidak perlu diperdebatkan, sekarang sudah diputus dan harus disiapkan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya," kata Mahfud di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (12/1/2018).

Mahfud mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang  menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan Partai Idaman mau tidak mau harus diterima dan dilaksanakan. "Setiap putusan MK memang selalu ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Jangan berharap setiap ada putusan lalu semua orang bersorak senang, pasti ada yang protes, terlepas dari itu sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bersifat final dan mengikat," ujar  Mahfud.

Menurut Mahfud, penilaian yang menganggap putusan MK soal ambang batas pencalonan presiden lemah lantaran mengacu hasil pemilu 2014, tidak tepat. Sebab, pada kenyataannya hukum zaman Belanda pun saat ini masih bisa diberlakukan di Indonesia tanpa masalah.

"Itu boleh kalau memang di masa peralihan. Tidak di masa peralihanpun sebenarnya boleh hukum yang lama diberlakukan sebagai patokan. Yang penting DPR setuju dan tidak sewenang-wenang, dan menurut saya itu tidak sewenang-wenang karena sudah diatur dan dibicarakan secara panjang lebar ketika UU itu dibahas," jelasnya.

Mahfud menilai apapun hasil keputusan MK mengenai ambang batas pencalonan presiden akan menjadi perdebatan. Apabila MK memutuskan ambang batas 0 persen, maka juga akan muncul pertanyaan tentang bagaimana cara menguji sebuah partai yang belum pernah ikut pemilu dan tiba-tiba mencalonkan presiden.

"Saya sudah menduga, ini mau diputuskan apapun pasti akan ramai," ucapnya.

Sumber: Antara

Sabtu, 20/01/2018 - 11:54:04 WIB
Diduga Pungli Urus Surat Tanah,
Uang Rp50 Juta dari OTT Kades Rantau Binuang Sakti Rohul Disita
Sabtu, 20/01/2018 - 11:25:03 WIB
Anggota Polantas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Jumat, 19/01/2018 - 21:24:52 WIB
Oknum Kades di Rohul Kena OTT, 5 Orang Lainnya Turut Diamankan
Jumat, 19/01/2018 - 20:47:56 WIB
Ini Potret Infrastruktur Riau,
Dua Truk Terbenam Akibat Jalan Kubang Raya Rusak Parah
Jumat, 19/01/2018 - 20:22:49 WIB
Diskominfotik Ikut Fasilitasi,
23 Tahun Berpisah, Wasito Terus Telusuri Jejak Ibunya di Bengkalis
Jumat, 19/01/2018 - 12:20:58 WIB
Suzuki Ertiga VS Toyota Rush Tabrakan Maut di Jalan Tengku Bey Pekanbaru
Jumat, 19/01/2018 - 10:25:30 WIB
Perburuan Liar Dominasi Kematian Gajah Sumatera
Jumat, 19/01/2018 - 09:42:44 WIB
Dituding Tutup Mata Soal Kerusakan Jalan, Ini Jawab Plt Kadis PUPR Bengkalis
Jumat, 19/01/2018 - 09:02:03 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi Riau Triwulan I 2018 Diprediksi Capai 2,75 %, Namun...
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved