Jum'at, 20 Juli 2018
81 Lulusan IPDN Angkatan XXIV Asal Mulai Betugas di daerah-daerah Riau | Unair Terima 1.560 Mahasiswa Jalur Mandiri, Ada yang Bayar Rp500 Juta! | Kejari Bengkalis Setor Rp 5, 1 M Cash Hasil Pengusutan Kasus Korupsi | Protes Kenaikan Upah Minim, Ratusan Buruh Demo di Kantor SKK Migas | Pemko Siapkan Penyambutan Api Obor Asian Games XVIII 2018 | Mendikbud Berencana Terapkan Sistem Zonasi di Sekolah Swasta
 
Daerah
Alumni 212: Yang Koalisi dengan Parpol Propenista Agama Tak Kami Dukung

Daerah - - Jumat, 12/01/2018 - 19:49:11 WIB

SULUHRIAU- Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya belum pernah merekomendasikan nama-nama kandidat calon kepala daerah ke partai-partai.

Dia menegaskan Alumni 212 tidak akan mendukung calon yang berkoalisi dengan partai yang menurut mereka pro terhadap penista agama.

"Yang saya ajukan, yang saya buka dialog dengan teman-teman partai, baik pimpinan partai ataupun pendiri partai yang saya ikut hadir, itu menginginkan bahwa koalisi partai 212, PKS, PAN, Gerindra, tolong dipertahankan, tolong solid sampai 2019," kata Slamet di depan kantor Facebook, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Di Pilkada 2018, lanjut Slamet, pihaknya ingin tiga partai itu tidak terpecah di berbagai wilayah, terutama di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Jika koalisi terpecah, itu merupakan hak partai. Namun, kata Slamet, ada konsekuensi.

"Kalau kebijakan partai berubah ya itu hak mereka itu, tapi ada sebuah konsekuensi, ketika kami 212 menginginkan 3 partai ini solid kemudian terakomodir, ada satu wilayah yang diusung tiga partai ini tanpa mencampuradukkan dengan partai-partai penista agama, partai-partai pendukung ormas ya pasti kita akan dukung habis-habisan," ujarnya.

"Tapi konsekuensi sebaliknya, ketika di suatu wilayah koalisi ini menjadi pecah, bercampur dengan partai-partai penista agama, ya koalisinya kita nggak akan dukung. Kita objektif saja," imbuhnya.

Slamet menambahkan pihaknya juga menyayangkan Gerindra-PKS berkoalisi dengan PDIP dan PKB di Pilgub Jawa Timur 2018. Namun sikap resmi Alumni 212 akan diputuskan pada akhir Januari nanti.

"Semua umat Islam, Alumni 212 menyayangkan, dari koalisi kami, Alumni 212, tidak mencalonkan bahkan ikut bergabung. Tapi secara resminya nanti di akhir Januari kita akan musyawarahkan untuk menentukan sikap dari 212 terhadap Pilkada 2018. Kita ada Mukernas nanti. Hasil mukernas itu salah satunya mengagendakan membicarakan wilayah mana yang akan kita berikan support untuk pemenangan Alumni 212," tuturnya.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved