Senin, 23 April 2018
Bus Rombongan Muslimat Masuk Jurang Tewaskan 3 Orang, Ini Kronologisnya | Pernah Bertugas di Kampar, Wakapolres Labuhanbatu Tewas di Sungai Barombang | Pergelaran Seni Budaya Ala KPU Sosialisasi Pemilu 2019 | DPT Pilgubri 2018 3.622.488, KPU Tetap Tindaklanjuti Data Bermasalah | Dugaan Pelanggaran Pilkada Plt Bupati Siak dan Pj Bupati Inhil Dihentikan | Bazar MTQ ke-I Tingkat Kec Bathin Solapan Diikuti 14 Stand
 
Daerah
Tergiur Batu Merah Delima, Uang Lenyap Rp350 Juta

Daerah - - Jumat, 12/01/2018 - 20:16:26 WIB

SULUHRIAU- Seorang warga Aceh Tengah, Aceh bernama Damai (60) menjadi korban penipuan dengan modus penawaran batu merah delima. Akibat tergiur dengan omongan tiga pelaku, korban rugi Rp 350 juta.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi mengatakan pelaku dan korban bertemu di salah satu bank di Aceh Tengah. Saat itu, korban Damai dihampiri pelaku dan mereka mulai terlibat perbincangan. Berselang beberapa menit, obrolan mereka mulai nyambung dan pelaku mengeluarkan jurusnya.

"Setelah pelaku dan korban berkenalan. Pelaku menawarkan barang antik dan pelaku menawarkan batu merah delima. Komunikasi pelaku bagus makanya korban tergiur," kata Hairajadi saat dihubungi wartawan, Jumat (12/1/2018).

Korban pun saat itu tertarik dengan tawaran pelaku. Terlebih setelah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu memberitahu korban jika batu tersebut dijual harganya bakal naik dua kali lipat.

"Ini bukan hipnotis. Jadi dugaan sementara penipuan. Korban sadar waktu itu tapi ditipu oleh pelaku," jelasnya.

Setelah terlibat perbincangan panjang, korban masuk ke dalam bank dan menarik uang sekitar Rp 350 juta. Usai menyerahkan uang, korban dan pelaku naik ke dalam satu mobil. Saat itu, pelaku mengaku membawa korban ke suatu tempat untuk mengambil batu yang ditawarkannya.

"Di perjalanan, pelaku memberhentikan mobil dan menyuruh korban salat dulu di masjid. Korban menuruti dan ketika selesai salat, korban melihat pelaku sudah tidak ada," ujar Hairajadi.

Polisi masih menyelidiki dan memburu para pelaku tersebut. "Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Kejadiannya terjadi pada Senin 8 Januari lalu," katanya. [dtc,Jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved