Senin, 19 November 2018
Buka Asistensi, Wabub Ingatkan OPD Penuhi kewajiban Keuangan Pajak | Hanya 227 Peserta Tes CPNS Pemko Pekanbaru Lulus Passing Grade SKD | Ini Penampakan Ular Piton Besar Ditangkap Warga Rohul | Empat Anggota DPRD Pekanbaru PAW Dilantik dan Diambil Sumpah | Sekda: ASN Meranti Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat | Heboh! Tahanan Pria Potong Alat Vitalnya Lalu Buang ke Kloset
 
Internasional
Data-data Pribadi Milik Ratusan Ribu Pendonor Organ di Malaysia Bocor

Internasional - - Rabu, 24/01/2018 - 11:14:45 WIB

SULUHRIAU, Kuala Lumpur- Data-data pribadi milik ratusan ribu pendonor organ di Malaysia bocor. Data-data personal milik pendonor yang tercatat sejak September tahun lalu itu telah beredar di dunia maya dibagikan secara bebas. Bebernya identitas personal itu dilaporkan oleh portal Lowyat.net.


Data-data yang bocor kepada publik antara lain nomor KTP, ras, kebangsaan, alamat tempat tinggal dan nomor kontak pendonor. Data yang tersingkap juga memuat informasi tentang bagian organ yang didonor serta pasien penerima donor.

Jumlah korban yang informasi pribadinya bocor ke publik hingga saat ini terhitung sebanyak 440 ribu. Otoritas setempat masih mengidentifikasi sumber kebocoran tersebut. Berdasarkan laporan sementara dengan melihat rincian dan skala data, kuat dugaan kebocoran bersumber dari database pusat.

Regulator Internet, Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) tengah membantu investigasi yang dilakukan kepolisian. Pendiri Lowyat.net Vijandren Ramadass mengatakan, indentitas personal para pendonor itu ditemukan dan dibagikan secara gratis pada sebuah situs jerjaring data populer.

"Hingga saat ini file itu masih bisa diakses. Kami meminta secara langsung kepaa pengelola situs untuk menghapus data itu tapi belum ada respons," kata Vijandren Ramadass.

Ini menjadi kebocoran data terbesar di Malayia dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, Negeri Jiran juga mengalami kebobolan data dari 46 juta penguna ponsel, yang menjadi kebocoran data terbesar di Asia.

Kepolian masih menginvestigasi kasus tersebut menyusul adanya percobaan penjualan jutaan data pribadi tersebut. Kebocoran jutaan indentitas pribadi pengguna ponsel di Malaysia itu juga dibeberkan oleh Lowyat.net.

Ahli kriminal siber mengatakan, kebocoran jutaan data pengguna ponsel itu membuat oknum tidak bertanggung jawab membuat identitas palsu untuk berbelanja. Data pribadi itu juga berisi beberapa rekam medis dan informasi pekerjaan.

Sumber: Republika.co.id, Reuters | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved