Kamis, 18 April 2019
Pendukung Prabowo Laporkan Lembaga Survei soal QC Pilpres ke KPU | Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Gambar Kemaluan di Masjid Cilandak | Soal Kurangnya Surat Suara di TPS, Ini Jawaban Versi KPU Riau | Prabowo Menang Telak di Wilayah Kediaman Ustadz Abdul Somad | Kajari Natuna Beserta 19 Anggota Nyoblos Di TPS 16 Jl Hang Jebat | Antusias, Warga Perumahan Putri Tujuh Sidomulyo Barat Gunakan Hak Suara Pemilu 2019
 
Sosial Budaya
Tak Percaya Hadis, Wanita Ini Pimpin Shalat Jamaah Laki-Laki

Sosial Budaya - - Rabu, 31/01/2018 - 09:41:42 WIB

SULUHRIAU- Jamida Beevi menjadi imam shalat Jumat di sebuah tempat  di Desa Wandoor Cherukod, negara bagian Kerala, India selatan.  Ironisnya, tak hanya menjadi imam jamaah wanita, tapi juga laki-laki.

Beevi mengajarkan pemahamannya tersebut berdasarkan keadilan gender. "Saya percaya pada Alquran dan Alquran mengajarkan kesetaraan antar jenis kelamin. Semua diskriminasi terhadapperempuan ini buatan manusia," ujarnya seperti dikutip the Guardian, Selasa (30/1/2018). 

Berdasarkan pemahaman Islam pada umumnya, seorang imam yang memimpin shalat adalah laki-laki, kecuali jika semua jamaahnya perempuan.  Beevi mengklaim Alquran tidak berisi perintah yang mengatakan bahwa hanya orang laki-laki yang bisa memimpin sholat.

Beevi adalah anggota dari sekte kecil. Dia hanya percaya pada Alquran, tidak percaya pada hadits. "Alquranmengatakan bahwa semua manusia setara dan siapapun bisa memimpin shalat. Alquran adalah dasar Islam, bukan hadits, yang diciptakan oleh manusia setelah kematian nabi," klaimnya.

Dia memimpin shalat tidak di masjid, melainkan di kantor Alquran Sunah Society yang juga merupakan lokasi dia bekerja.  Tindakannya telah memicu reaksi, media lokal melaporkan ada pihak yang mengancam untuk membunuhnya. "Ini adalah ekstremis yang tidak dapat mentoleransi reformasi apapun. Saya mendapatkan ancamaan melalui WhatsApp, di Youtube, di Facebook, tapi saya tidak takut," katanya.

Sekretaris Jamaat-e-Islami Hind, Abdul Rahman, yang mengelola sekitar 500 masjid di Kerala, mengatakan, tindakan Beevi adalah drama yang disusun dan sebuah tipuan untuk mendapatkan popularitas secara murah sambil mengalihkan perhatian masalah komunitas Muslim.

Menurut Rahman, pembagian tugas antara pria dan wanitabukanlah diskriminasi. Ini adalah pertanyaan tentang apa yang paling sesuai untuk pria dan apa yang paling sesuai untuk wanita.

Beevi mengatakan, dia berencana untuk terus memimpin sholat. "Jika saya memerlukanperlindungan polisi, saya akan melanjutkannya. Baagaimana India bisa berkembangjika kita tidak mengubah semua hal yang membuaat wanita kembali?".

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved