Jum'at, 19 Oktober 2018
Bantah Dana Kampanye Rp185 M, PSI: Cuma Rp 4,9 M | Luhut-Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Tim Jokowi: Itu Spontan | Apindo Dukung Implementasi No 78/2015 Dasar Terapkan UMP 2019 | Buka Lokakarya Filateli Nasional 2018, Wawako: Ingat Sejarah Peran Besar Pos | APBD-P 2018 Pekanbaru Sudah Ditandatangani Plt Gubri | Satpol PP Sisir PKL Jualan di Sejumlah Titik Jalan Protokol
 
Sosial Budaya
Prabowo Geram Adanya Rentetan Aksi Teror ke Pemuka Agama

Sosial Budaya - - Selasa, 13/02/2018 - 20:32:30 WIB

SULUHRIAU- Publik dikejutkan dengan sejumlah peristiwa aksi kekerasan terhadap pemuka agama. Renteran aksi teror ini menarik perhatian Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto. Ia turut prihatin dengan kejadian tersebut.

"Ya, kita sangat prihatin dan cemas sebetulnya bahwa kita benar-benar mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keamanan," kata Prabowo di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa 13 Februari 2018.

Prabowo menegaskan, perlu ada jaminan dari pemerintah terkait keamanan dalam beribadah. Hal ini agar tak memunculkan rasa takut kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah.

"Menjamin keamanan semua pihak, semua unsur, apalagi tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama," ujarnya menambahkan.

Prabowo menjelaskan, semua pihak harus waspada dengan adanya rentetan aksi teror tersebut. Ia menduga ada unsur-unsur yang ingin menimbulkan kekisruhan dan perpecahan di masyarakat.

"Kita harus waspada adanya unsur-unsur yang ingin menimbulkan kekisruhan di masyarakat kita, saling curiga, menebarkan perpecahan dan ini yang harus kita waspada," ujarnya.

Mantan Danjen Kopassus tersebut, mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri terkait peristiwa itu. Prabowo mengatakan, tak ada satu agama manapun yang mengajarkan soal kekerasan. Semua agama pasti mengajarkan perdamaian dan kedamaian.

"Semua pihak harus menahan diri, semua pihak harus percaya bahwa tidak mungkinlah kalau agama yang mainstream, agama yang benar selalu menganjurkan perdamaian, kedamaian, rasa saling rukun, saling menghormati dan saling mengasihi diantara semua rakyat kita," ujarnya.

Aksi teror menyerang pemuka agama kembali terjadi. Terakhir pelaku menyerang jemaah Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, Minggu, 11 Februari 2018. Saat itu, seorang pemuda bernama Suliyono (22) mengamuk menggunakan parang dan melakukan penyerangan membuat Pastor Edmund Prier dan sejumlah jemaah terluka.

Sumber: Viva.co.id | editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved