Selasa, 25 09 2018
Pasca Bentrok Demo BEM Sri dengan Polisi di DPRD Riau, 1 dari 6 Mahasiswa Dirawat Intensif | Prabowo dan Komunitas Dokter-Perawat Bahas Defisit BPJS Kesehatan | Rapat Banggar DPRD Riau-TAPD 'Ricuh', Sesama Anggota Dewan Nyaris 'Baku Hantam' | Distan Bengkalis Vaksin 2.000 Hewan Penular Rabies | Pemko Terus Dorong Realisasi Perlindungan Jaminan Sosial Bagi Naker | Terkait Penetapan DCT, Sejumlah Parpol di Riau Laporkan KPU ke Bawaslu
 
Internasional
Duterte Perintahkan Tembak Alat Kelamin Wanita di Konflik

Internasional - - Rabu, 14/02/2018 - 09:32:36 WIB

SULUHRIAU- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada pekan lalu, mengatakan kepada tentara untuk menembak pemberontak perempuan di bagian alat kelamin mereka.

Duterte, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Davao itu mendorong Angkatan Bersenjata Filipina, atau AFP untuk menargetkan perempuan dalam konflik.

"Beritahu kepada mereka, ada perintah baru. Kami tidak akan membunuhmu, kami hanya akan menembak vagina Anda. Jika mereka tak punya vagina, mereka menjadi tidak berguna," kata Duterte sebagaimana dikutip Washington Post, Senin 12 Februari 2018.


Kantor Komunikasi Kepresidenan memasukkan pernyataan Duterte dalam transkrip resmi suatu acara dengan sambutan Duterte. Namun, disebutkan mengganti kata vagina dengan tanda hubung. Seperti diketahui, cara memimpin Duterte sampai saat ini kerap disorot, karena pernyataannya yang keras dan aksi yang cenderung vandalis.

Duterte kerap merendahkan dan mengancam wanita. Namun, saat ditanya, ia bersikeras bahwa hal itu hanya lelucon belaka. Pekan lalu, Juru Bicara Presiden Duterte, Harry Roque, bahkan menuduh para aktivis wanita terlalu bereaksi berlebihan terhadap komentar Presiden tersebut.

Pernyataan Duterte itu, kemudian tersebar dan menjadi viral dengan cepat. Akhir pekan ini, kelompok feminis dan hak asasi manusia mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan mereka atas pernyataan mantan Wali Kota Davao tersebut.

"Pernyataan jahat Duterte secara terbuka mendorong kekerasan terhadap perempuan dan selanjutnya menegaskan dirinya sebagai figur macho-fasis yang paling berbahaya di pemerintahan saat ini," kata seorang perwakilan untuk Gabriela, sebuah organisasi feminis di negara itu.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved