Minggu, 24 Juni 2018
Biayai Saksi Rp7 M, Cagub Ini Gadaikan Rumahnya | Sadis! Saat Ayah Nonton Piala Dunia, Istri-Anak Tewas Dibunuh | Saat Paripurna HUT ke 234, LAM Lontarkan Kritik ke Pemko Pekanbaru | Sejumlah Anggota DPRD 'Mangkir' Rapat Paripurna HUT Pekanbaru ke 234 | Sekali Lagi, Pelayanan Publik dan Kemacetan Harus Jadi Perhatian | Vonis Mati untuk Aman Abdurrahman
 
Internasional
Hari Pertama Imlek, Pariwisata Cina Raup Rp 175,14 Triliun

Internasional - - Sabtu, 17/02/2018 - 13:47:02 WIB

BEIJING, Suluhriau- Sektor pariwisata Cina meraup pendapatan hingga mencapai 83,4 miliar RMB atau sekitar Rp 175,14 triliun pada hari pertama Tahun Baru Imlek, Jumat (16/2/2018).

Pendapatan tersebut naik 9,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, demikian data Kementerian Pariwisata Cina (CNTA) di Beijing, Sabtu (17/2/2018).


Pada Jumat, jumlah wisatawan di seluruh pelosok daratan Cina itu telah mencapai angka 71 juta atau naik 9,4 persen dibandingkan pada tahun lalu. Objek wisata bertemakan salju, kesenian tradisional, dan pemandian air hangat menjadi sasaran wisatawan, demikian laporan yang dihimpun dari berbagai media di Cina dan Hong Kong.

Perusahaan Kereta Api Cina (CRC) memprediksi jumlah penumpang pada Jumat (16/2) mencapai empat juta orang. Untuk satu kali perjalanan wisata domestik, warga Cina diperkirakan menghabiskan uang sebesar 3.500 RMB (Rp 7,3 juta).

Lembaga Penelitian Pariwisata Cina (CTA) di bawah CNTA memperkirakan warga Cina yang berlibur ke luar negeri selama Imlek tahun ini mencapai 6,5 juta orang atau naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir pemberian "hongpao" Imlek sudah bisa dilakukan dengan menggunakan transaksi elektronik melalui platform Wechat, media daring terpopuler di Cina.

Wechat menyediakan fitur "red packet" untuk mempermudah warga Cina mengirimkan "hongpao" sebagai hadiah istimewa Imlek kepada sanak saudara atau kerabat. Pada tahun lalu "red packet" telah ditransaksikan sebanyak 46 miliar kali. Pada Imlek tahun ini transaksi "red packet" diperkirakan naik 43,3 persen.

Meskipun demikian, penjualan amplop merah bermotifkan Imlek masih marak di toko swalayan, toko kelontong, dan toko buku dengan harga 1 RMB hingga 2 RMB (Rp 2.100-Rp 4.200) per lembar.

Sumber: Antara

Sabtu, 23/06/2018 - 17:16:57 WIB
Biayai Saksi Rp7 M, Cagub Ini Gadaikan Rumahnya
Sabtu, 23/06/2018 - 17:09:29 WIB
Sadis! Saat Ayah Nonton Piala Dunia, Istri-Anak Tewas Dibunuh
Sabtu, 23/06/2018 - 14:20:22 WIB
Saat Paripurna HUT ke 234, LAM Lontarkan Kritik ke Pemko Pekanbaru
Sabtu, 23/06/2018 - 13:40:30 WIB
Masyarakat Belum Sepenuhnya Terlibat,
Sejumlah Anggota DPRD 'Mangkir' Rapat Paripurna HUT Pekanbaru ke 234
Sabtu, 23/06/2018 - 09:03:09 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 234
Sekali Lagi, Pelayanan Publik dan Kemacetan Harus Jadi Perhatian
Sabtu, 23/06/2018 - 08:55:27 WIB
Vonis Mati untuk Aman Abdurrahman
Sabtu, 23/06/2018 - 08:49:44 WIB
Mahfud MD Tegaskan RI Tak Perlu Jadi Negara Islam
Sabtu, 23/06/2018 - 08:43:22 WIB
Pagi Ini, Berlangsung Sidang Paripurna HUT Pekanbaru ke-234
Sabtu, 23/06/2018 - 08:33:47 WIB
Sempena HUT Pekanbaru ke-234,
Besok, Pemko Pekanbaru Gelar Gerak Jalan Santai Bertabur Hadiah
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved