Minggu, 26 Mei 2019
Jadi Bandar Narkoba, Mantan Polisi di Riau Dibekuk | Kominfo Buka Akses Medsos, WA Sudah Bisa Kirim Foto-Video Lagi | Terkait 80 Ton Timah Pernah Dititip di Desa Topang, Ini Kata Dinas ESDM Provinsi Riau | Mako Brimob Diserang, Tim Inafis Polri Olah TKP | Pembatasan Akses Media Sosial Bikin Pedagang Online Merugi | MUI dan Komunitas Penulis Bengkalis Ekspos Dua Buku
 
Daerah
Kesaksian Gubernur Aceh saat Pesawatnya Mati di Udara

Daerah - - Minggu, 18/02/2018 - 13:25:11 WIB

SULUHRIAU- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku tak kapok meski mengalami insiden mendarat darurat di pinggir pantai di pesisir Aceh Besar, Sabtu, (17/2/2018).

"Saya tidak kapok. Pesawat akan dikirim ke pabrik. Saya tidak ciut nyali. Seandainya kalau ada pesawat bisa pakai besok," kata Irwandi di Pendopo Gubernur Aceh.

Ia menyebutkan, awalnya pesawat yang dipilotinya mengalami kendala berupa bahan bakar tidak mengalir, alias tersumbat pada ketinggian 3.500 kaki atau sekitar lima mil dari Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar.

Tak mau mengambil risiko, Irwandi Yusuf akhirnya mengambil keputusan untuk mendarat darurat di pinggir pantai. "Tiba di atas Leupung mendadak mesin ngadat karena bahan bakar tidak naik. Engineering tidak bermasalah cuma nanti ditelusuri soal tersumbat minyak," ujarnya.

Sewaktu pendaratan di pinggir pantai, kata dia, awalnya tidak mengalami kendala. Tapi, ketika roda pesawat terkena pasir, bannya masuk dan terperosok. Kondisi itu mengakibatkan depan pesawat terhempas karena posisinya miring ke kanan. Dan sayap patah.

"Kanan, sayap pesawat patah kemudian baling-baling juga mengalami patah saat mendarat. Selain itu tidak ada masalah," ucapnya sembari mengakui jika pesawat itu harus diperbaiki di Slovakia. Dengan waktu selama tiga bulan. [vvc,jan]


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved