Kamis, 18 Oktober 2018
Esemka Mirip Mobil China?, PKS: Kalau Buatan Sendiri Harus Dihargai | Tes CPNS Pemko Pekanbaru Digelar di Kantor BKN Regional XII Pekanbaru | BMKG: Sore-Malam Ini Riau Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir | KPK Sita Dokumen Izin Lippo Group Terkait Pembangunan | KPK Geledah Rumah CEO Lippo Group James Riady Terkait Suap Meikarta | 31 Negara Masuk Daftar Paling Korup di Dunia
 
Sosial Budaya
Habieb Rizieq: Jangan Tuduh Mereka Mau Menjebak Saya

Sosial Budaya - - Minggu, 18/02/2018 - 14:29:00 WIB

SULUHRIAU- Teka-teki kepastian kembalinya imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq terjawab sudah. Pada rekaman video yang tersebar sejak Sabtu (17/2/2018) malam, Habib Rizieq pun angkat suara.


Ada pihak-pihak yang meminta Habib Rizieq pulang, ada juga yang menyarankan agar jangan dulu dengan berbagai pertimbangan. Yang penting, kata Habib, jangan berprasangka buruk.

Rizieq meminta kepada pendukungnya yang menemaninya di Tanah Suci agar tidak su'udhon (berburuk sangka) dengan dengan kawan-kawan yang ada di Indonesia. Ini terkait dengan mereka yang meminta Habib Rizieq segera kembali ke Indonesia.

Pihak yang ngotot meminta ia pulang, dikatakannya memiliki niat baik. "Jadi jangan dituduh kalau mereka mau menjebaklah," kata Habib Rizieq.

Begitu juga pihak-pihak yang meminta ia jangan pulang dulu. "Mereka juga punya niat yang baik," tegas Habib Rizieq.

Karena itu, ia mengatakan semua masukan dan usulan apakah pulang atau tidak, semua akan ditampung dan akan diterima. "Kita serahkan kepada Allah, kalau ada isyarat dari Allah SWT baru saya akan pulang," ungkap dia.

Isu kepulangan Habib Rizieq terdengar sudah sejak lama. Namun, pada kenyataannya Habib masih tetap tinggal di luar negeri. Beberapa hari ini beredar foto e-ticket atas nama Habib Rizieq pada 21 Februari menuju Jakarta.

Pengikut Habib bahkan sudah membentuk susunan panitia untuk penyambutan kedatangan Habib Rizieq. Ketua panitia penyambutan ada Eggi Sudjana dengan Wakil Ketua Nur Sukam.

Habib Rizieq merupakan imam besar FPI dan ikut menggerakkan massa pada Aksi 212 yang mendesak penindakan tegas terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI saat itu. Ahok dinilai telah menistakan agama yang mendorong terjadinya aksi jutaan orang.

Sumber: Republika.co.id

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved