Rabu, 19 Desember 2018
Bupati Bengkalis Resmikan Gedung PAUD Hidayah SULUHRIAU, Bengkalis- Usai melantik delapan Kepala De | Di Meranti, Majelis Hakim Vonis Bebas Pemilik Sabu 123,88 Gram | Disducapil Meranti Musnahkan Ribuan e- KTP | Baliho dan Bendera Partai Demokrat Dirusak, Ani Yudhoyono Menangis | Presiden Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara | Disdukcapil Natuna Musnahkan 8.330 keping e-KTP Rusak dan Invalid
 
Nasional
Gerindra Kecewa Paspampres Cegah Anies ke Podium Piala Presiden

Nasional - - Senin, 19/02/2018 - 10:20:22 WIB

SULUHRIAU- Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah oleh Paspampres saat hendak ikut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Piala Presiden 2018 ke Persija.

Partai Gerindra yang mengusung Anies di Pilgub DKI menyebut kejadian itu memalukan.

"Saya kira itu satu sikap dari Paspampres yang tidak baik dan tidak bijaksana, bahkan itu memalukan. Harusnya ini peraturan perundang-undangannya jelas. Jika ada kegiatan presiden di suatu daerah, maka wajib gubernur mendampingi presiden," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria saat Ahad (18/2/2018) malam.

Menurutnya, Paspampres yang setiap hari mendampingi presiden seharusnya sudah paham soal protokoler yang berlaku. Riza berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Harusnya Paspampres memahami, bahwa itu tidak baik. Bahwa yang namanya Paspampres adalah petugas, aparat pengamanan presiden yang sehari-hari memahami aturan dari protokoler presiden. Di mana-mana setiap acara kepresidenan di suatu daerah, gubernur mendampingi justru kegiatan apa pun, apalagi ini di Jakarta. Apalagi ini Persija yang menang, ini kesalahan fatal, jangan sampai terulang lagi," ucapnya.

Dia mengaku kecewa dengan sikap Paspampres yang mencegah Anies mendampingi Jokowi ke podium. Riza pun mempertanyakan siapa yang memberi perintah untuk mencegah Anies.

"Kami kecewa dengan sikap Paspampres. Pertanyaannya, siapa yang meminta dan memerintahkan Paspampres? Apakah iya ini inisiatif Paspampres? Kenapa melarang? Apa dasar dan alasannnya?" ujar Riza.

Riza menyatakan orang-orang bisa mengaitkan kejadian tersebut dengan isu politik. Salah satunya soal meningkatnya popularitas Anies jelang Pemilu legislatif dan Pilpres 2019.

"Saya tidak bisa menghubungkan dengan politik, tapikan orang pasti mengait-ngaitkan. Ada ketakutan apa dengan Pak Anies gitu lho. Takut Pak Anies semakin meningkat popularitasnya, apa takut Pak Anies elektabilitasnya tinggi. Dulu Pak Jokowi kan dari gubernur DKI, apa takut tersaingi oleh Pak Anies. Kita mempertanyakan siapa itu yang memerintahkan Paspampres untuk melarang, dan atas inisiatif siapa, itu penting," jelas Riza.

Sebelumnya, pada final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2) kemarin, Anies dicegah Paspampres saat hendak mendampingi Jokowi ke podium menyerahkan hadiah kepada pemenang. Pihak Istana pun telah memberi penjelasan soal peristiwa tersebut.

Istana menyatakan tak ada arahan dari Jokowi untuk mencegah Anies maju ke podium Piala Presiden. Istana juga menegaskan bahwa acara penyerahan Piala Presiden tersebut bukanlah acara kenegaraan sehingga tidak mengikuti aturan protokoler.

Sementara itu, Wasekjen Golkar Maman Abdurahman meminta Ketua Panitia (SC) Maruarar Sirait bertanggung jawab dan minta maaf. Maruarar sendiri mengatakan bahwa memang tidak semua pejabat diminta naik ke podium Piala Presiden.

Bagaimana penjelasan Maruarar?

"Hubungan Anies dan Jokowi jangan dijadikan hubungan seremonial. Buktinya saya undang Anies, saya sudah datangi kantor Anies ke Balai Kota," ujar Maruarar mengawali penjelasannya, Minggu (18/2/2018) malam.

Ara, sapaan Maruarar, menjelaskan bahwa kejadian ini jangan sampai dijadikan polemik. Apalagi, Ara menjelaskan Anies sudah berkontribusi besar seusai pelaksanaan Piala Presiden.

"Buktinya Anies datang dan duduk dekat Presiden, buktinya hubungan mereka baik-baik saja. Anies pernah jadi tim sukses Pilgub DKI 2012, waktu Pilpres 2014, jadi menterinya Pak Jokowi tahun 2014. Waktu Piala Presiden, saya undang Pak Anies, saya juga datang ke Balai Kota DKI. Anies juga bantu kebersihan, Anies bantu TransJakarta beroperasi sampai tengah malam. Waktu Persija nge-golin, Pak Jokowi memberi selamat ke Pak Anies," bebernya.

Justru, Ara menegaskan jangan sampai kejadian ini dijadikan ajang mengadu domba antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Anies. Menurutnya, hubungan keduanya sudah terjalin baik.

"Jangan adu 2 kawan saya. Sesudah pertandingan, saya ketemu Pak Anies baik-baik saja. Jadi biasa ada orang yang mengadu-adu saja, kita jangan terpancing. Karena hubungan Pak Jokowi dan Pak Anies baik-baik saja," papar Ara.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved