Selasa, 25 09 2018
Dekranasda Bengkalis Ikut Pameran Kriyanusa 2018 di Jakarta | Pembangunan Gedung Comand Center Dituding Ada Penyelewengan, Wako: Belum Tentu Benar | Maafkan Pelaku Pembajak Akun FBnya, Wako: Jika Terulang Tempuh Jalur Hukum | Diajukan Rp2,67 T, Akhir September APBD-P 2018 akan Disahkan | Pasca Bentrok Demo BEM Sri dengan Polisi di DPRD Riau, 1 dari 6 Mahasiswa Dirawat Intensif | Prabowo dan Komunitas Dokter-Perawat Bahas Defisit BPJS Kesehatan
 
Hukrim
Polri Bentuk Satgas Khusus Selidiki Penyerangan Ulama oleh Orang Gila

Hukrim - - Rabu, 21/02/2018 - 13:39:13 WIB

SULUHRIAU- Polri membentuk satgas khusus menyelidiki kasus penyerangan terhadap rumah ibadah dan pemuka agama yang belakangan ini kerap terjadi dan membuat resah masyarakat.

"Perhatian yang sangat besar dari pemerintah. Presiden mengintruksikan begitu ada kejadian ini," kata Wakapolri Komjen Syafruddin usai menjenguk KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya presiden mengintruksikan kepada Polri agar kasus penyerangan terhadap rumah ibadah dan pemuka agama diusut tuntas.

"Polri sudah melaksanakan itu (penyelidikan), memerintahkan seluruh jajaran dan membuat satgas, di Jawa Barat ini ada satu satgas untuk memback up kewilayahan," tuturnya.

Menurutnya kehadiran satgas harus dibantu dengan keterlibatan masyarakat itu sendiri. "(Dibutuhkan sinergitas) yang bisa mendukung ini semua adalah kekuatan besar dari masyarakat itu sendiri," ungkapnya.

Saat disinggung apakah ada motif politik dalam kasus penyerangan terhadap rumah ibadah dan pemuka agama yang belakangan ini terjadi, Syafruddin membantahnya.

"Kita tidak perlu memperdulikan itu, mau ada motif apa. Saya memerintahkan kepada seluruh jajaran, satgas yang sudah kita bentuk untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas," tandasnya.

Ia menambahkan soal pelaku merupakan orang gila harus diinvestigasi sangat mendalam. "Itu perintah dari pimpinan Polri, kalau ada motif lain tidak berhenti sampai orang gila, orang gila selesai? Itu tidak boleh, harus sampai selesai, sampai tuntas, sampai ketemu motifnya apa. Sudah didalami," pungkasnya.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved