Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Sosial Budaya
Juru Parkir Siap Donorkan Matanya untuk Novel Baswedan, Ini Sosoknya

Sosial Budaya - - Jumat, 23/02/2018 - 13:49:40 WIB

SULUHRIAU- Seorang juru parkir di Jalan RE Martadinata, Kota Sukabumi, Jabar mendadak terkenal setelah curhatannya kepada seorang teman viral di media sosial (Medsos).

Pria bernama Kusuma Hartanto yang akrab disapa Sanchoz itu mengaku siap mendonorkan matanya kepada pegawai KPK Novel Baswedan.

Detikcom penasaran dan berusaha menemui langsung pria dengan panggilan Sanchoz itu, di salah satu ruko di kawasan pusat Kota Sukabumi Sanchoz terlihat duduk memperhatikan keluar masuk kendaraan ke area parkir di tempat tersebut.

Ia mengaku niatnya mendonorkan mata saat melihat tayangan mengenai kepulangan Novel Baswedan di televisi. Saat itu salah seorang pembawa berita menyebut Novel memerlukan pendonor mata untuk kesehatan matanya.

"Saya terharu melihat penyambutan kepada beliau saat itu sedemikian meriahnya. Saya dengar mata beliau sebelah kiri bermasalah karena disiram orang tidak bertanggung jawab dengan air keras," tuturnya.

Sanchoz mengaku tak bisa menahan air matanya setelah mengetahui kasus Novel Baswedan yang menjadi korban kejahatan. "Detik itu juga saya memantapkan diri untuk mendonorkan mata saya untuk beliau," tandasnya.

Sanchoz sendiri sudah 15 tahun bekerja sebagai juru parkir di Jalan RE Martadinata, sebagai seorang muallaf dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya untuk beribadah. Hal ini diakui oleh Eky Komaruzaman pemilik konter ponsel tempat Sanchoz menjadi juru parkir.

"20 menit sebelum waktu salat dia sudah mengajak, hayu salat hayu salat. Kemudian dia pergi duluan untuk menjadi Muadzin di masjid jami Al Iman Nurul Huda 300 meter lah dari tempat ini.

Jadi buat anak-anak di tempat ini, mulai dari penjaga toko sampai supir angkot semua kenal dengan beliau. Dia juga paling kencang kalau ada yang macam-macam di daerah sini, beberapa kali ngusir orang yang mabuk dan ngelem di trotoar," kata Eky.

Seperti diberitakan, warganet di Sukabumi, Jawa Barat digegerkan dengan postingan pemilik akun medsos bernama Muttaqin Ilham. Dalam postingannya, Muttaqin menceritakan curhat seorang juru parkir yang berkeinginan untuk mendonorkan matanya untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved