Rabu, 23 Januari 2019
GRANAT Segera Aktif di Meranti | Abu Bakar Ba'asyir Tolak Tandatangani Pernyataan Setia pada NKRI | Jokowi Beli Sabun Rp2 M Pakai Dana Timses, Pramono: Nanti Dibagikan TKN | Tapping Box,'Bongkar' Ketidakjujuran Wajib Pajak Pekanbaru | BI-ISEI Bedah APBD 2019: 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen | 10 Orang Calon Komisioner KPU Riau Ikuti Uji Kelayakan
 
Sosial Budaya
Khutbah di Masjidil Haram Gunakan Bahasa Indonesia

Sosial Budaya - - Senin, 26/02/2018 - 10:34:54 WIB

SULUHRIAU- Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdur-Rahman As-Sudais, mengatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan dalam kitab khutbah di Masjidil Haram atau masjid suci Haramain.

"Bahasa Anda sangat penting di dunia ini, dan inilah tugas kami untuk menggunakannya dalam rangka mengirim pesan khutbah di Haramain ke umat," kata Sheikh As-Sudais di Mekkah, Ahad (25/2/2018), seraya menambahkan bahwa bahasa Indonesia termasuk bahasa yang digunakan dalam khutbah.

Masjidil Haram menggunakan bahasa yang berbeda sebagai sarana untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad shalallahu `alaihi wa salam yang bersifat universal dan juga sejalan dengan upaya Pemerintah Saudi untuk menguniversalkan pelaksanaan Visi Arab Saudi 2030.

Bahasa digunakan dengan teknologi baru agar pesan dapat dipelajari secara Internasional, kata Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ia sadar bahwa sekarang era media menggunakan bahasa sebagai sarana menyampaikan pesan kepada masyarakat, baik nasional maupun internasional.

"Ini adalah era media, dan oleh karena itu kita bergandengan tangan, terutama melalui media digital," katanya kepada tiga wartawan senior Indonesia.

As-Sudais mengatakan dia memiliki sebuah situs web termasuk akun media sosial yang sangat maju dalam Bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa termasuk Bahasa Indonesia.

Karena Imam Masjid Suci menganggap media massa sangat penting, dia mengatakan kepada tiga wartawan tersebut bahwa pihaknya berharap dapat menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan media mereka.

Perusahaan media tersebut diharapkan dapat membantu mendistribusikan pesan ke seluruh dunia mengenai upaya Raja Salman untuk menangani jamaah haji, "katanya.

Sumber: Antara

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved