Kamis, 18 Oktober 2018
Esemka Mirip Mobil China?, PKS: Kalau Buatan Sendiri Harus Dihargai | Tes CPNS Pemko Pekanbaru Digelar di Kantor BKN Regional XII Pekanbaru | BMKG: Sore-Malam Ini Riau Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir | KPK Sita Dokumen Izin Lippo Group Terkait Pembangunan | KPK Geledah Rumah CEO Lippo Group James Riady Terkait Suap Meikarta | 31 Negara Masuk Daftar Paling Korup di Dunia
 
Daerah
Demo ke Kantor KPU
Tak Diloloskan KPU ke Pemilu 2019, PBB: Mereka Takut Partai Ini Besar

Daerah - - Jumat, 02/03/2018 - 15:45:27 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Sejumlah ormas Islam serta kader dan simpatisan Partai Bulan Bintang (PBB) demonstrasi di depan kantor KPU RI. Mereka menyebut PBB dizalimi dan jadi korban permainan.

"Melihat dari sidang sudah jelas ini adalah permainan. Ini adalah kezaliman oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dari KPU Papua dan KPU Manokwari Selatan," kata Ketua DPC PBB Tangerang Selatan, Jonson saat ditemui di lokasi, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Jonson menduga partainya sengaja tak diloloskan karena takut PBB menjadi besar. Dugaan lain menurutnya karena Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, sering membela ormas Islam dan ulama.

"Ada dugaan mereka ini takut partai ini besar, dengan sepak terjang ketua umum kita Pak Yusril Ihza Mahendra, dia kan sering membela masyarakat, membela ormas Islam, mungkin di situ, karena takut ini jadi besar," ujarnya.

Selain menggelar demo, Jonson menyebut PBB juga menempuh jalur hukum. Mereka tetap berupaya agar PBB bisa ikut pemilu 2019.

"Di samping masyarakat membela kita melalui aksi damai ini, kita akan tuntut secara hukum, sampai kapan pun hukum akan kita tegakkan," ucapnya.

Selain menggelar demo di depan kantor KPU, mereka juga akan melakukan orasi di depan kantor Bawaslu RI. Mereka akan bergerak setelah selesai orasi di depan kantor KPU.

Sebagaimana diketahui, PBB tak lolos verifikasi faktual. Hal ini menyebabkan PBB tak dapat ikut meramaikan Pemilu 2019 nanti.

PBB sempat menggugat KPU ke Bawaslu. Mediasi yang dilakukan buntu. Penyelesaian kasus dilanjutkan dengan sidang ajudikasi di Bawaslu.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved