Selasa, 07 Juli 2020
440 Ribu PNS Kehilangan Jabatan, yang Lain Tunggu Giliran | Kirim Surat ke Jokowi, Adat Baduy Minta Dicoret dari Daftar Wisata Nasional | Direncanakan Oktober atau November 2020, MTQ Kabupaten Bengkalis Tetap Digelar | Pemerintah Akui Angka Kematian Corona di Indonesia di Atas Rata-Rata Dunia | Warga Teluk Sasah Meninggal Usai Tenggelam di Kolam Renang Resort Bintan Sayang | Terkait Dugaan Korupsi di Siak, Kejati Periksa Sekdaprov Riau
 
Politik
Pilpres 2019
Gatot hingga Anies Masuk Bursa Capres Alternatif

Politik - - Minggu, 04/03/2018 - 14:13:00 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan masih ada capres alternatif lain di luar Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Nama-nama yang disebut adalah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hendri pun sangsi jika duet Jokowi dan Prabowo bakal terwujud. Menurutnya pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo berseberangan.

"Kalau jadi satu Jokowi Prabowo apakah akan menang belum tentu. Fans pro Jokowi kan banyak yang tidak suka Prabowo, kan tidak suka bingung juga. Sama juga fans Prabowo juga berpikir kok begini kan, jadi belum tentu menang Prabowo jadi satu (Jokowi)," tutur Hendri dilansir detikcom, Ahad (4/3/2018).

Hendri kemudian menyebutkan tokoh capres yang layak dipertimbangkan menjadi lawan Jokowi dan Prabowo di 2019, di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur NTB TGB Zainul, eks Ketua KPK Abraham Samad hingga Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Sebab bila ini terjadi kemungkinan Jokowi lanjut dua periode sangat besar berbeda bila lawan yang dihadapi Jokowi orang baru seperti Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo, TGB Zainul Majdi, Ahmad Heryawan, Anies Baswedan, Mardani Ali Sera atau bahkan Abraham Samad," lanjut dia.

Saat ini Jokowi didukung lima partai seperti PDIP, NasDem, PPP, NasDem, dan Hanura. Sedangkan Prabowo mendapatkan dukungan dari partai PKS, dan Gerindra.

Sementara itu partai PAN, PKB, Demokrat hingga kini belum mendeklarasikan dukungannya. Namun, PAN yang merupakan partai koalisi pemerintah, diprediksi akan bergabung dengan oposisi. Sementara Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga masuk dalam bursa Pilpres 2019.

Menurut Hendri, Prabowo akan memainkan peran berbeda dalam Pilres 2019. Prabowo bisa saja mengusulkan sosok lain untuk melawan Jokowi.

"Prabowo akan memainkan peran yang berbeda Pilpres 2019, nah lagi-lagi kubu Jokowi lawannya Prabowo saja karena sangat mudah dikalahkan karena catatan sudah ada. Makanya ada usaha yang sistematis untuk tetap mendorong Prabowo sebagai lawan Jokowi di 2019," ucap Hendri.

Selain itu, Hendri juga mengatakan Wapres Jusuf Kalla (JK) harus dipertimbangkan dalam pembentukan poros baru. Sebab, simpatisan relawan JK juga sama dengan Jokowi.

"Poros baru yang dipimpin JK bisa saja muncul dan kuat. Sebab JK sebagai petahana juga memiliki sumber daya yang dimiliki Jokowi, jangan sampai tidak dihitung. Nah memang ada upaya keras dari kubu Jokowi supaya JK tidak lepas membentuk poros sendiri atau oposisi. Nah saat ini JK masih konsisten dukung Jokowi tapi politik kan dinamis," kata Hendri

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved