Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Ini Perbedaan Perilaku Harimau Boni dan Bonita di Inhil
Kamis, 22 Maret 2018 - 10:27:57 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU, Pekanbaru- Di lokasi konflik manusia vs harimau di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau sebenarnya ada dua satwa liar.

Mereka diberi nama harimau Bonita dan Boni. Lantas apa berpedaan keduanya?

Tim Rescue Terpadu yang dibentuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, sudah lebih 73 hari 'memburu' harimau liar Bonita yang sudah menawaskan dua orang yakni Jumiati dan Yusri. Namun hinga kini tim belum berhasil mengevakuasi Bonita.

Tapi perlu diketahui, di lokasi konflik itu dipastikan ada dua ekor harimau. Untuk menandai individu, BBKSDA Riau memberi nama satu harimau lagi Boni. Kepastian ada dua ekor harimau berdasarkan kamera trap yang terpasang. Sosok kedua harimau yang terekam kamera dipastikan ada dua individu yang berbeda. Bonita dan Boni terjadi berbedaan belangnya di bagian kaki belakangnya.

Tapi, Boni saat ini tidak menjadi target untuk dievakuasi. Karena hasil pengamatan dan lapangan, yang melakukan penyerangan itu adalah Bonita. Perilaku Bonita sudah menyimpang dari kebiasaan sebagai satwa dilindungi. Bonita sudah merasa nyaman berinteraksi dengan manusia.

Untuk Boni, dia dianggap masih berperilaku normal. Indikator itu berdasarkan hasil jepretan kamera trap yang dipasangan BBKSDA Riau. Boni terpantau kamera pada akhir Januari. Dan kembali terpantau kamera sepekan sebelum terjadi penyerangan Bonita ke Yusri pada 10 Maret 2018.

"Terakhir kali harimau Bonita tertangkap kamera trap kira-kira sepekan sebelum terjadi konflik kedua," kata Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo Kamis (22/3/2018).

Boni menurut Hutomo, selalu terpantau kamera pada malam hari. Rata-rata Boni terekam kamera dari pukul 23.00 sampai dengan 03.00 WIB. Kondisi itu dianggap normal karena memang harimau biasanya lebih sering mencari makan pada malam hari.

"Jadi perilaku Boni ini masih normal. Dia tertangkap kamera selalu malam hari," kata Hutomo.

Walau demikian, kata Hutomo, Boni juga pernah terpantau pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Boni juga pernah berjumpa dengan warga.

"Tapi Boni ini selalu ditemui warga paling dekat jaraknya 200 meter. Secepat kilat Boni pasti menghindari manusia. Kalau dia kesiangan berada di kebun sawit, Boni segara masuk ke dalam hutan kawasan hutan produksi terbatas yang berdekatan dengan kampung Danau," kata Hutomo.

Berbeda dengan saudaranya Bonita. Malah puncak predator yang satu ini merasa nyaman dekat dengan manusia.

"Bonita perilakunya berubah tidak seperti Boni. Kalau Boni masih menghindari manusia, justru Bonita sebaliknya. Jadi ada perbedaan perilaku keduanya. Bonita sudah menyimpang dari kebiasaanya," kata Hutomo.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat