Selasa, 16 Juli 2019
Lima Intansi di Luar Pemko Pekanbaru Ini akan Buka Layanan di MPP | Noviwaldi Dikabarkan Sakit, Ketua F Demokrat DPRD Riau: Saya Belum Tahu Pasti | Pembekalan Kukerta Bagi Mahasiswa STAI Selatpanjang, Wabup: Berikan Manfaat Bagi Masyarakat | 13 OPD di Riau Belum Ajukan Pencairan Proyek APBN 2019 | Perdana, Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua DPRD Pimpin Rapat Paripurna | BI Perwakilan Riau Musnahkan Rp731 Miliar, Ini Sebabnya
 
Metropolis
Hasil Survei Poltracking Pilgubri: Petahana Paling Buncit

Metropolis - - Senin, 26/03/2018 - 09:37:37 WIB

SULUHRAU- Pekanbaru - Lembaga survei Poltracking menilai 4 paslon Cagub-Cawagub Riau tidak ada yang dominan.

Hasil survei menempatkan paslon Syamsuar-Edy Natar paling atas, sedangkan petahana Arsyadjuliandi Rachman- Suyatno di posisi buncit.

Demikian disampaikan, Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Arya Budi dalam saat jumpa persnya, Ahad (24/3/2018) di salah satu hotel di Pekanbaru.

Arya menjelaskan, Poltracking penyelenggarakan survei 20-25 Februari 2018 dengan menggunakan metode startified multistage random sampling.

Jumlah sample dalam survei adalah 800 responden dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Klaster survei ini menjangkau 12 kabupaten dan kota di Riau berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir.

"Hasil survei menunjukan bahwa tidak ada kandidat (empat paslon) yang secara statistik lebih unggul dari kandidat lainnya karena antara pasangan kanidat satu dengan lainnya dalam survei ini mempunyai selisih angka elektabilitas di bawah dari angka margin of error survei 3,5 persen. Dengan kata lain semua kandidat potensi menang yang sama berdasarkan periode survei ini," kata Arya.

Berikut ini hasil survei 4 pasangan kandidat Cagub/Cawagub Riau:

-Nomor urut 1 Syamsuar-Edy Natar meraih 19,8 persen.
-Nomor urut 2, Lukman Edy- Hardianto meraih 17,8 persen.
-Nomor urut 3, Firdaus-Rusli Effendi meraih 16,4 persen
-Nomor urut 4, Arsyadjuliandi Rachman- Suyatno meraih 11,2 persen.

Sisanya 34,8 persen responden tidak tahu/tidak jawab. Dalam survei ini juga disebutkan, 57,3 persen responden masih akan berubah pilihan. Hanya 13,2 persen responden tidak akan berubah, sedangkan 29,5 menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei juga menunjukkan 66,5 persen responden yang mengetahui tentang Pilkada Riau. Namun potensi partisipasi berada di angka 71 persen. Untuk survei calon Gubernur Riau tanpa Cawagub, Syamsuar tetap posisi teratas dengan hasil 19,2 persen, Firdaus meraih 12,9 persen, Lukman Edy posisi ke tiga dengan perolehan 11,6 persen. Posisi petahana Arsyadjuliandi Rachman pada posisi ke empat dengan meraih 10,6 persen, lainnya 2,2 pesen, 43 persen tidak menjawab.

"Berdasarkan data ini, semua kandidat Pilkada Riau 2018 mempunyai potensi menang yang sama karena tipisnya selisih angka keterpilihan antara pasangan kandidat satu dengan lainnya. Apa lagi tingginya derejat kompetisi tersebut dibarengi oleh besarnya swing voters yang masih belum secara jelas arah kencenderungan pilihannya.

Arah keputusan politik para pemilih mengambang ini sangat bergantung pada strategi yang digunakan oleh masing-masing kandidat serta isu yang berkembang di Riau selama periode kampanye menjelang pemungutan 27 Juni 2018 mendatang," kata Arya. [dtc,jan]


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved