Jum'at, 21 09 2018
KPU Tetapkan 691 DCT Caleg Pekanbaru Pemilu 2019 | Soal Penolakan Kirab Satu Negeri GP Ansor, LAMR Tetap Inginkan Harmonisasi | Untuk Ketigakali Saham Perusahaan Erick Thohir Dibekukan | Masuk Pemukiman Penduduk di Inhil, Harimau Makan Kambing dan Sapi Warga | Penjelasan Tim Ustadz Abdul Somad soal Topi dan Uang Rp100 Juta | Najib Razak Akan Dijerat 21 Dakwaan Terkait Transfer Dana 1MDB
 
DPRD Pekanbaru
Implementasi Musrenbang 2019, Roni: Pekan Sikawan Bisa, Penanganan Banjir Mestinya Juga Bisa

DPRD Pekanbaru - - Senin, 26/03/2018 - 14:00:58 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemko Pekanbaru menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) 2019 Senin (26/3/2018).

Ada sejumlah program prioritas pembangunan dibahas di murenbang ini, seperti infrastruktur jalan, jembatan dan lainnya. Namun, skala prioritas yang mesti dimplementasi dari hasil musrenbang 2019 itu adalah Penanganan banjir.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel. Sebagai penyambung lidah masyarakat katanya, dimana saat reses  dan pertemuan langsung maupun aspirasi yang disampaikan ke pihak DPRD, warga sudah 'muak' dengan masalah banjir. "Kami dari dewan mendorong agar penanganan banjir dimplementasi dari hasil musrenbang," tegas Roni Senin.

Dikatakan, ada 'kesenjangan' antara implementasi program Pekan Sikawan (sinergi pembangunan infrastruktur antara Pekanbaru, Siak Kampar dengan dan Pelalawan-red) dengan penanganan banjir. "Pekan sikawan bisa, mestinya penangan banjir lebih bisa, tapi sepertinya kok tak bisa," katanya.

Dikakui Roni, penanganan masalah banjir tidak bisa dilakukan Pemko Pekanbaru sendiri, melainkan juga ada peran pusat dan Pemrov Riau serta stake holder yang lainnya. Tapi perlu ada konsep yang matang dibuat Pemko. Dengan demikian konsep ini bisa dijual ke pusat melalui sumber daya air atau ke pemrov Riau untuk mendapatkan bantuan. "Bagaimana teknis bantuan, nanti terserah, apakah itu Bankeu atau dikerjakan satker dari pihak membantu anggaran akapah itu pusat atau Pemrov Riau," katanya.

Roni mengatakan, perlu ada pemetaan kawasan banjir, terutama di wilayah Kota Pekanbaru, sehingga mana yang mesti bisa ditangani Pekanbaru dilakukan tampa menunggu bantuan pusat atau pemrov.  "Yang penting ada Political will pemerintah dalam hal ini, sehingga ada dukungan untuk program ini," pungkasnya.

Sementara itu, warga Pekanbaru sudah menjadikan momok saat musim hujan. pasalnya beberapa tahun belakangan ini, ketika hujan turun, Pekanbaru bak lautan tumpah ke darat. Sebagian besar kota tergenang, warga mau ke kantor terhambat banjir, aktivitas terganggu, perumahan warga terendam, ruas jalan pada umumnya tergenang, bahkan anak sekolah kadang harus balik ke rumah karena tidak bisa sampai ke sekolah, karena jalan dilalui banjir. "Kami ini kalau musim hujan merana, apalagi kalau hujan itu lama," kata Syarif warga Jalan Cipta Karya yang perumahannya terendam saat hujan beberapa waktu kemarin.

Plt Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dikonfirmasi soal penanganan banjir, mengatakan pihak terus mengingatkan agar penanganan banjir dari OPD terkait lebih tegas lagi dalam hal mencari solusi. "Ya kita sepakat penanganan banjir ini lebih baik, karena kita tidak menutup mata," pungkasnya. [khr]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved