Jum'at, 21 Juni 2019
Pemko Pekanbaru akan Bangun Underpass di Jl Sudirman | Menhan Sebut 3% Anggota TNI Terpapar Radikalisme, Begini Kata Moeldoko | 95 Ribu JCH di Riau Masuk Daftar Tunggu | Sempena Hari Jadi Pekanbaru ke 235, Wako Pimpin Aksi Bersih Sungai Siak | DPRD Dukung Pemprov Riau Hibahkan Lahan Pasar Cik Puan ke Pemko Pekanbaru dengan Syarat... | Peraih Terbaik Lomba Bercerita Akan Wakili Natuna di Tingkat Provinsi dan Nasional
 
Metropolis
Tuntutan Penurunan Harga Pertalite tak Terpenuhi,
2.000 Mahasiswa se-Riau Segel Kantor PT Pertamina Pekanbaru

Metropolis - - Rabu, 28/03/2018 - 17:54:54 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Sekitar 2.000-an mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau menyegel Kantor Pertamina wilayah Sumbar-Riau.

Ini dilakukan mahasiswa terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite yang mencapai Rp8.150 per liter, dan mereka menuntut agar diturunkan, namun tidak terpenuhi.

Beberapa tuntutan mahasiswa Riau, yakni menurunkan harga pertalite dan menambah suplai BBM jenis premium yang saat ini semakin langka di Riau.

Sebelum menyegel kantor Pertamina, Branch Manager PT Pertamina Sumbar-Riau Rahman Pramono Wibowo sempat menemui ribuan massa mahasiswa untuk mendengarkan tuntutan terkait kenaikan pertalite dan kelangkaan premium ini.

Rahman dalam kesempatan itu mengaku akan segera menambah suplai BBM jenis premium di wilayah Riau dalam jangka waktu tiga hari dan akan membicarakan terkait harga pertalite di Riau yang ternyata termahal di Indonesia.

"Saya minta waktu tiga hari untuk memenuhi suplai premium di Riau dan untuk harga pertalite, saya tidak bisa putuskan. Sebab itu kebijakan Pertamina pusat," kata Rahman saat bertemu dengan ribuan mahasiswa di depan gerbang Kantor Pertamina wilayah Sumbar-Riau, Rabu (28/3/2018).

Mendapat jawaban dari pimpinan PT Pertamina wilayah Sumbar-Riau tersebut, membuat ribuan mahasiswa kecewa yang akhirnya memaksa melakukan penyegelan kantor PT Pertamina yang berada di bilangan Sisingamangaraja, Kota Pekanbaru Riau tersebut.


Rinaldi Parepare selaku Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Universitas Riau (UR) mengungkapkan, Ia bersama ribuan rekan mahasiswa datang ke Kantor PT Pertamina wilayah Sumbar-Riau untuk menyampaikan beberapa tuntutan yang harus segera dipenuhi oleh PT Pertamina.

"Di sini, kita menuntut agar harga pertalite segera diturunkan. Sebab, Riau yang merupakan daerah penghasil minyak di Indonesia justru harga pertalite paling mahal se-Indonesia," ucap Rinaldi.

"Kita juga meminta agar PT Pertamina kembali menambah pasokan premium di Riau. Daerah kita ini penghasil minyak, tapi dikuasai oleh para mafia minyak yang kebijakannya sangat menyengsarakan rakyat kecil," tegasnya.

Usai melakukan penyegelan Kantor PT Pertamina wilayah Sumbar-Riau, 2.000 massa mahasiswa melanjutkan aksinya menuju Kantor Gubernur Riau, berharap tuntutan terkait harga pertalite dan pasokan premium ini bisa dipenuhi. Hingga berita dirilis, mahasiswa bersiap menggelar demo di kantor Gubri. [han,slt]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved