Senin, 23 April 2018
Bus Rombongan Muslimat Masuk Jurang Tewaskan 3 Orang, Ini Kronologisnya | Pernah Bertugas di Kampar, Wakapolres Labuhanbatu Tewas di Sungai Barombang | Pergelaran Seni Budaya Ala KPU Sosialisasi Pemilu 2019 | DPT Pilgubri 2018 3.622.488, KPU Tetap Tindaklanjuti Data Bermasalah | Dugaan Pelanggaran Pilkada Plt Bupati Siak dan Pj Bupati Inhil Dihentikan | Bazar MTQ ke-I Tingkat Kec Bathin Solapan Diikuti 14 Stand
 
Internasional
Apa yang Terjadi Usai Parlemen Malaysia Dibubarkan?

Internasional - - Jumat, 06/04/2018 - 17:08:29 WIB

SULUHRIAU, Kuala Lumpur- Perdana Menteri (PM) Najib Razak resmi membubarkan parlemen Malaysia mulai 7 April besok. Pembubaran ini membuka jalan untuk digelarnya pemilu parlemen terbaru.

Dikutip dari media lokal Malaysia, New Straits Times, Jumat (6/4/2018), pembubaran parlemen ini secara efektif mengakhiri masa jabatan seluruh anggota parlemen, baik pusat maupun daerah.

Rakyat Malaysia nantinya akan memilih anggota Parlemen baru melalui pemilu. Waktu pelaksanaan pemilu akan dimumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Malaysia.

Menurut pasal 55 ayat 4 Konstitusi Federal Malaysia, pemilu harus digelar setidaknya dalam jangka waktu 60 hari usai parlemen dibubarkan.

Pengumuman pembubaran parlemen Malaysia kali ini disampaikan PM Najib dalam siaran langsung televisi nasional setempat pada Jumat (6/4/2018) siang waktu setempat. Pengumuman juga disampaikan via akun Facebook resmi PM Malaysia.

Apa tahapan selanjutnya usai parlemen resmi dibubarkan? Komisi Pemilihan Umum Malaysia akan mengeluarkan surat kepada pejabat yang berasal dari berbagai konstituen untuk menggelar pemilu di daerah masing-masing.

Pada saat yang sama, pengumuman soal pemilu dipasang di berbagai tempat untuk dilihat publik. Pemberitahuan ini berisi tanggal pencalonan dan tanggal untuk pelaksanaan pemungutan suara pendahuluan dan pemungutan suara nasional.

Para pengamat politik setempat memprediksi pemilu paling cepat digelar akhir bulan April ini atau awal bulan Mei. Nantinya akan ada 222 kursi parlemen pusat dan 505 kursi parlemen wilayah yang akan diperebutkan dalam pemilu.

Total ada 14,9 juta pemilih terdaftar yang memiliki hak suara untuk memilih dalam pemilu mendatang di Malaysia. Pemilu terakhir di Malaysia digelar 5 Mei 2013, setelah parlemen dibubarkan pada 3 April.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved