Kamis, 19 Juli 2018
Protes Kenaikan Upah Minim, Ratusan Buruh Demo di Kantor SKK Migas | Pemko Siapkan Penyambutan Api Obor Asian Games XVIII 2018 | Mendikbud Berencana Terapkan Sistem Zonasi di Sekolah Swasta | Agen Intelijen Rusia Maria Butina Tawarkan Seks Demi Jabatan | Rumah Mardani Ali Sera Dilempar Molotov, Polisi: Pelempar Diduga 2 Orang | 79 Kabupaten/Kota Berlomba Jadi Terbaik Predikat Sekolah Sehat
 
Internasional
Kantor Pengacaranya Digeledah FBI, Trump Geram

Internasional - - Selasa, 10/04/2018 - 11:39:45 WIB

SULUHRIAU, Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram atas penggeledahan kantor dan kediaman pengacara pribadinya, Michael Cohen oleh agen Biro Investigasi Federal AS (FBI).

"Ini situasi yang memalukan. Ini sungguh-sungguh perburuan penyihir. Saya telah mengatakan itu sejak lama," ucap Trump seperti dilansir Reuters, Selasa (10/4/2018).

Hal ini disampaikan Trump saat menghadiri pembukaan rapat dengan jajaran penasihat keamanan nasional dan militer AS untuk membahas isu Suriah.

Penggeledahan di kantor dan kediaman pengacara pribadi Trump di New York pada Senin (9/4) waktu setempat, dilakukan agen Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan jaksa AS setelah mendapat rujukan sebagian dari Kantor Penasihat Khusus, Robert Mueller.

Mueller sedang memimpin penyelidikan dugaan kolusi tim kampanye Trump dengan Rusia dalam pilpres 2016. Trump telah menyangkal adanya kolusi dengan Rusia dan menyebut penyelidikan itu sebagai 'perburuan penyihir' atau witch hunt.

Saat ditanya lebih lanjut apakah dirinya akan memecat Mueller, Trump menjawab: "Saya pikir ini sungguh memalukan, apa yang sedang berlangsung. Kita akan lihat apa yang terjadi."

Trump tidak bisa secara langsung memecat Mueller. Namun Trump bisa memerintahkan Wakil Jaksa Agung AS Rod Rosenstein, yang mengawasi penyelidikan yang dipimpin Mueller, untuk mengakhiri penyelidikan. Rosenstein bisa dipecat oleh Trump jika menolak mematuhi perintahnya.

Penggeledahan kantor dan kediaman pengacaranya bisa meningkatkan tekanan hukum terhadap Trump. Terlebih karena Cohen telah menjadi pengacara pribadi Trump sejak lama. Tidak hanya itu, penggeledahan ini juga mengindikasikan potensi penyelidikan terpisah selain penyelidikan dugaan kolusi dengan Rusia yang dipimpin Mueller.

Cohen diketahui berada di tengah-tengah kontroversi pembayaran uang tutup mulut US$ 130 ribu (Rp 1,7 miliar) terhadap seorang bintang porno bernama Stormy Daniels alias Stephanie Clifford yang mengaku pernah menjadi selingkuhan Trump. Uang tutup mulut dibayarkan menjelang pilpres 2016.

Dituturkan seorang sumber yang memahami penyelidikan ini, jaksa federal sedang menyelidiki Cohen atas dugaan penipuan pajak dan bank, serta dugaan pelanggaran undang-undang kampanye terkait uang tutup mulut terhadap bintang porno Stormy Daniels. Salah satu sumber yang memahami penggeledahan menuturkan kepada CNN bahwa sejumlah dokumen berisi informasi terkait Stormy Daniels juga ikut disita oleh FBI.

Dugaan lain yang sedang diselidiki adalah dukungan asing bagi kampanye Trump saat pilpres 2016. Dilaporkan media AS, New York Times (NYT), bahwa Mueller juga menyelidiki pembayaran US$ 150 ribu pada September 2015 dari seorang miliarder Ukraina, Viktor Pinchuk, untuk yayasan amal Trump sebagai imbalan atas penampilan Trump dalam video berdurasi 20 menit dalam konferensi di Kiev, Ukraina.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved