Kamis, 19 Juli 2018
Protes Kenaikan Upah Minim, Ratusan Buruh Demo di Kantor SKK Migas | Pemko Siapkan Penyambutan Api Obor Asian Games XVIII 2018 | Mendikbud Berencana Terapkan Sistem Zonasi di Sekolah Swasta | Agen Intelijen Rusia Maria Butina Tawarkan Seks Demi Jabatan | Rumah Mardani Ali Sera Dilempar Molotov, Polisi: Pelempar Diduga 2 Orang | 79 Kabupaten/Kota Berlomba Jadi Terbaik Predikat Sekolah Sehat
 
Daerah
Kaki Robek, Pekerja PT NSP di Meranti Tewas Diterkam Buaya

Daerah - - Senin, 16/04/2018 - 12:22:03 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Sedang asyik memindahkan tual sagu, seorang pekerja PT Nasional Sago Prima (NSP) tewas diterkam buaya.

Peristiwa itu terjadi Sabtu 14 April 2018 lalu. Korban adalah Hongkiat (18) warga Desa Kepau, Baru Kecamatan Tebingtinggi Timur. Walaupun jasad korban sempat hilang, setelah dilakukan pencarian akhirnya berhasil ditemukan.

"‎Jasad berhasil kita temukan setelah dilakukan upaya pencarian bersama dengan masyarakat dan perwakilan perusahaan," kata Kapolres Kepulauan Meranti, Laode Proyek SH melalui, Kasat Reskrim, AKP Rusyandi Zuhri Siregar SH, Ahad 15 April 2018.

Kejadian naas yang menimpa Hongkiat tersebut terjadi secara mendadak. Ia tidak menyangka akan menjadi sasaran hewan buas itu.

Sekitar pukul 09.00 ia bersama temannya yang sudah sudah menarik tual sagu menggunakan kapal pompong bermaksud akan memindahkannya dari pantai ke pabrik PT NSP di Kepau Baru.

Saat itu ia tidak menyadari keberadaan predator ‎ganas itu yang mengintainya disekitar tual sagu di pantai. Secara tiba-tiba pada pergelangan kaki sebelah kanannya langsung disantap buaya.

Setelah gigi tajam buaya tersebut tertancap, Hongkiat ditarik kedalam air. Dia ditenggelamkan dan menghilang.

Saat itu rekan kerjanya langsung berusaha meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar dan pihak perusahaan tempat mereka bekerja. Tak menunggu waktu lama, upaya pencarianpun dilakukan disekitar Hongkiat hilang.

Sekitarpukul 15.00 wib korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia ditemukan. Jasadnya diangkat dan diselamatkan.

"Jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan. Memang serangan buaya cukup sering terjadi di wilayah Kepulauan Meranti," terang Rusyandi.

Dari kondisi jasad korban terlihat pada bagian pergelangan kaki terdapat luka robek yang cukup besar hingga tulang kakinya yang bewarna putih terlihat. Selain itu terdapat juga luka bekas gigitan di bahu sebelah kiri korban. [han]


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved