Jum'at, 22 Maret 2019
Tim Bola Volly Desa Bantar Juara Turnamen Disparpora Cup Meranti 2019 | Granat Meranti Sambangi SMAN 1, Upaya Antisipasi Bahaya Narkoba di Kalangan Siswa | Di Pekanbaru Terdapat 4.372 Penderita TBC | Guru Belum Berhenti Demo, Alasan Wako Soal Permendagri tak Digubris | Tinjau Fasilitas dan Pelayanan RSUD, Sekda Meranti: Kita Ingin Masyarakat Puas! | Pertimbangkan Fatwa Haram, MUI Pusat Juga Kaji Game PUBG
 
Daerah
Kelakuan Kakek, Diduga 9 Murid SD di Kuansing Dicabuli

Daerah - - Senin, 16/04/2018 - 12:41:56 WIB

SULUHRIAU, Kuansing- Kelakuan seorang kakek berinisial Mw (57) warga Desa Bandar Alai Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singigi (Kuansing), mengejutkan.

Ia diduga telah mencabuli sembilan orang bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

Akibat perbuatannya, si kakek Mw harus berusan dengan polisi. Jajaran Polres Kuantan Singingi tengah memproses dugaan cabul yang dilakukan kakek tersebut.

Informasi di Mapolres Kuansing, sembilan bocah yang diduga menjadi korban pecabulan sang kakek, adalah para siswa SD Bandar Alai Kari. Mereka berinisial M (9), N (9), MT (10), D (7), MA (9), T (10), TN (7), D (9) dan P (9).


Perbuatan Mw tersebut terungkap pada Sabtu 14 April 2018 sekira pukul 14.00 WIB. Ketika itu, ada warga yang datang memberitahu kepada Dv (33) warga Desa Bandar Alai Kari, bahwa anaknya telah menjadi korban aksi pencabultan yang diduga dilakukan tersangka.

Atas kabar itu Dv pun menanyakan hal itu kepada sang anak. Dengan lugunya, sang bocah pun membenarkan. Kepada orangtuanya, si bocah menuturkan, sekitar bulan Maret 2018 lalu, Mw mengajaknya ke rumah tersangka. Di tempat itu, diduga Mw melancarkan perbuatan bejatnya.

Belakangan kemudian terungkap, ternyata bukan hanya buah hati Dv saja yang menjadi korban aksi Mw. Melainkan ada beberapa bocah lainnya yang juga menjadi korban perbuatan serupa yang diduga dilakukan Mw.

Tak terima dengan ulah si kakek, para orangtua bocah itu pun langsung melaporkan Mw ke Mapolsek Kuantan Tengah. Berdasarkan laporan itu, Mw pun kemudian diamankan. Sedangkan terhadap para korban, sejauh ini telah dilakukan visum.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto, SH, SIk melalui Ka Humas AKP G Lumban Toruan, membenarkan hal itu.

"Benar, telah terjadi kasus Perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, sebanyak 9 orang anak oleh kakek berinisial Mw di Desa Bandar Alai Kari," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi bejat tersebut diduga dilakukan Mw di kediamannya.

"Sampai saat ini, baru empat orang korban yang melaporkan ke Polsek Kuantan Tengah, karena orangtua korban lainya masih berada di kebun," tambahnya.

Dalam kasus ini, Mw diancam dengan Undang Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. [yof]

Kamis, 21/03/2019 - 21:11:32 WIB
Turnamen Ditutup Sekda,
Tim Bola Volly Desa Bantar Juara Turnamen Disparpora Cup Meranti 2019
Kamis, 21/03/2019 - 20:53:14 WIB
Granat Meranti Sambangi SMAN 1, Upaya Antisipasi Bahaya Narkoba di Kalangan Siswa
Kamis, 21/03/2019 - 16:16:34 WIB
Di Pekanbaru Terdapat 4.372 Penderita TBC
Kamis, 21/03/2019 - 15:46:12 WIB
Menguat Tuntan Revisi Perwako No 7/2019
Guru Belum Berhenti Demo, Alasan Wako Soal Permendagri tak Digubris
Kamis, 21/03/2019 - 14:56:26 WIB
Tinjau Fasilitas dan Pelayanan RSUD, Sekda Meranti: Kita Ingin Masyarakat Puas!
Kamis, 21/03/2019 - 14:42:59 WIB
Pertimbangkan Fatwa Haram, MUI Pusat Juga Kaji Game PUBG
Kamis, 21/03/2019 - 14:30:59 WIB
Riau Dapat Rp55,131 Miliar Dukung Program Kesra
Kamis, 21/03/2019 - 14:22:11 WIB
302 Camat dan Kades di Bengkalis Ikuti Rakor
Kamis, 21/03/2019 - 09:35:32 WIB
Ini Zona Kampanye Terbuka di Riau
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved