Kamis, 19 Juli 2018
Protes Kenaikan Upah Minim, Ratusan Buruh Demo di Kantor SKK Migas | Pemko Siapkan Penyambutan Api Obor Asian Games XVIII 2018 | Mendikbud Berencana Terapkan Sistem Zonasi di Sekolah Swasta | Agen Intelijen Rusia Maria Butina Tawarkan Seks Demi Jabatan | Rumah Mardani Ali Sera Dilempar Molotov, Polisi: Pelempar Diduga 2 Orang | 79 Kabupaten/Kota Berlomba Jadi Terbaik Predikat Sekolah Sehat
 
Nasional
Terungkap, Lokasi Setnov Sembunyi Saat Diburu KPK

Nasional - - Senin, 16/04/2018 - 21:05:33 WIB

SULUHRIAU- Deisti Astriani Tagor, istri dari Setya Novanto, mengaku suaminya bersembunyi di sebuah hotel kawasan Bogor, Jawa Barat, saat diburu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah ditetapkan sebagai buronan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

Menurut Deisti, keberadaan suaminya itu baru diketahuinya waktu Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Hal itu dikatakan Deisti, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, dengan terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo.
"Katanya di Sentul (waktu dicari KPK)," ujar Deisti, Senin (16/4/2018).

Setelah rumahnya digeledah penyidik waktu 15 November 2017, kata Deisti, keesokan harinya Novanto sebetulnya bersedia mendatangi Gedung KPK, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Novanto, bahkan sempat mendatangi kantornya di Kompleks Parlemen, Senayan.
Deisti pun mengaku ditelepon oleh Novanto, setelah satu hari sebelumnya sulit untuk dihubungi.

"Tapi besoknya pas Zuhur, baru saya ditelepon suami saya. Suami bilang, akan datang ke KPK dengan DPD I," kata dia.

"Kamu tolong tenangkan anak-anak," sambung Deisti meniru ucapan Novanto.

Setelah dari sambungan telepon itu, menurut Deisti, dirinya hanya menunggu kabar kepastian sang Suami benar-benar mendatangi KPK.

Hanya saja, sembari menunggu, ternyata dari Fredrich Yunadi, yakni pengacara Setya Novanto, mengabarkan bahwa mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengalami kecelakaan dan dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

"Saya sampai RS pukul 20:30, saya masuk lewat depan, wartawan banyak sekali. Saya masuk lewat tangga naik ke atas. Pas di kamar pasien, lihat ada bapak lagi diperban bagian (kepala) sama infus," ujar Deisti.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved