Senin, 09 Desember 2019
DPPR: Usulan LPAI Sekolah Tiga Hari Perlu Dikaji | PPSW Sumatera Kampanyekan Peran Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi | Angka Kekerasan pada Perempuan Tinggi | Sosialisasi Survei Seismik 2D-3D KKS PT EMP MS, Asisten I: Kita Harap Ada Kerjasama yang Baik | Bupati Irwan Hadiri Hakordia 2019, Ini KPK Kepada Kepala Daerah | Bupati Rohul: Selain TNI/Polri dan BPBD, Masyarakat Juga Harus Berperan Antisipasi Bencana
 
Daerah
Ketika Dongeng "Harimau Cilik" Dituturkan Bunda PAUD

Daerah - - Kamis, 03/05/2018 - 09:24:38 WIB

SULUHRIAU- Mandau- “Harimau Cilik sangat bersemangat dan lincah. Dia sukai permainan yang mengasyikkan. Dia tidak bermaksud mengotori dirinya, tapi entah kenapa badannya selalu kotor. Ibu Harimau kemudian akan berkata, “Harimau Cilik, kamu harus mandi.” Dan Harimau Cilik akan selalu menjawab, “Aku tidak mau mandi.!”

Kalimat di atas merupakan penggalan dongeng yang dibawakan Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis Kasmarni di sela-sela pencanangan Gerakan Orang Tua Membacakan Buku pada Anak (Gernas Baku), Rabu, 2 Mei 2018 di Stadion Pokok Jengkol, Duri, Kecamatan Mandau.

Ratusan anak-anak tampak antusias mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulit Bunda PAUD, Kasmarni. Meski terik matahari mulai menyengat anak-anak tak beranjak dari tempatnya hingga mereka tutas mendengarkan cerita dari Bunda PAUD. 

Dongeng tentang Harimau Cilik yang diceritakan Bunda PAUD, tidak hanya sekedar dongeng belaka. Namun mengandung pesan mendalam, terutama bagi para orang tua dan guru, agar selalu membudayakan kebiasaan membaca buku bagi anak-anaknya.

“Pada zaman dahulu, orang tua saat menyampaikan pesan dan nasehat kepada anak-anaknya, membuat perumpamaan melalui cerita atau dongeng tentang binatang. namun kini budaya tersebut mulai luntur, untuk itu kita harapkan dimasa mendatang, kita gelorakan kebiasaan mendongeng ini,” ungkap mantan Camat Pinggir ini.

Apalagi kata Kasmarni, di era perkembangan teknologi dan internet, anak-anak usia dini jarang sekali mendengarkan dongeng, mereka lebih disibukan dengan permainan gadget.

“Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena anak-anak kelak akan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini,” ungkapnya.

Menurut Kasmarni, membacakan dongeng kepada anak, selain sebagai sarana meningkatkan komunikasi dan emosional anak dengan orang tua, juga akan merangsang daya pikir dan cakrawala si anak sejak usia dini.

Kemudian, akan meningkatkan kemampuan berbahasa dan daya imajinasi seorang anak. Tidak hanya itu, melalui kebiasaan membaca, juga sebagai upaya untuk melatih daya ingat anak.

“Tak kalah penting, melalui kebiasaan mendongeng ini, akan membangkitkan minat baca si anak. Oleh karena itu, melalui pencanangan Gernas Baku ini, Bunda PAUD mengajak seluruh elemen di Negeri Junjungan untuk membacakan buku kepada anak,” ajak [las]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved