Rabu, 22 08 2018
Lima Jasad Utuh hingga Gigi Emas Terkubur di Makam Tol Semarang-Batang | Mesjid Al Azhar Shalat Idul Adha Hari Ini, Pembina Jelaskan Alasannya | Pejabat Eselon IV Dilantik Mendadak, Ini Pesan Sekko Pekanbaru | Komisi X Apresiasi Jepang yang Pulangkan 4 Atlet Asian Games Usai Sewa PSK | Majlis Tafsir Al Quran Shalat Idul Adha Selasa Pagi Ini | KPU Riau Banyak Terima Laporan Masyarakat Terkait DCS Bacaleg
 
Ekbis
Jagung Ungu Inovasi Dosen UB

Ekbis - - Jumat, 25/05/2018 - 15:36:01 WIB

SULUHRIAU- Jagung ungu (purple corn) menarik perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat bertandang ke Universitas Brawijaya.

Di sela kuliah tamu bertema 'Membangun Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan di era Industri 4.0', Amran membawa jagung ungu itu ke atas podium lalu meminta pemiliknya berdiri.

"Ini jagung siapa? Saya bawa dari stand di luar tadi," tanya Mentan kepada hadirin.

Seorang pria belakangan dikenal Ir Arifin Noor Sugiharto, MSc, PhD sebagai pengajar di Fakultas Pertanian kemudian maju menjawab pertanyaan Amran.

"Itu jagung ungu, pak menteri, banyak khasiatnya. Saya yang mengembangkan benihnya," ujar Arifin.

Tertarik dengan pengembangan benih yang dilakukan Arifin, Mentan pun kembali bertanya, "Mampu berapa? 1.000 hektare?".

"Kalau sebanyak itu belum, pak menteri," jawab Arifin.

"Bisanya berapa? Saya kontrak sekarang," tegas Amran.

Arifin mengaku baru memiliki benih sebanyak 25 kg. Namun pihaknya menyanggupi kontrak yang ditawarkan Amran menyiapkan benih jagung ungu untuk lahan seluas 100 hektare.

"Oke kalau begitu, nanti harus ditingkatkan lagi sampai seribu hektare. Berapapun akan saya bayar, kalau Anda sanggup," tandas Amran menandakan kontrak disepakati.

Jagung Ungu Inovasi Dosen UB Tarik Perhatian Mentan

Mentan menegaskan jika salah satu tujuan sering berkunjung ke perguruan tinggi adalah untuk melihat langsung ada tidaknya pengembangan atau budidaya pertanian modern.

Harapannya, inovasi tersebut dapat dikembangkan langsung di lapangan. "Jadi enak begini, efisien. Langsung ketemu kontrak, bisa langsung ditanam. Cepat, gak berbelit-belit," paparnya.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Arifin mengaku, sudah mulai mengembangkan jagung yang diklaim mengandung 3 kali antosianin tersebut sejak tahun 2009 silam. Kini, varietas anyar hasil persilangan beberapa jenis jagung yang dikembangkannya telah menghasilkan benih siap tanam.

"Untuk harga belum, karena paten masih dalam proses. Untuk satu hektare butuh sekitar 15 kilogram benih dengan hasil produksi sebanyak 7 ton jagung ungu," ungkapnya. [dtc,jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved