Jum'at, 19 Oktober 2018
Bantah Dana Kampanye Rp185 M, PSI: Cuma Rp 4,9 M | Luhut-Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Tim Jokowi: Itu Spontan | Apindo Dukung Implementasi No 78/2015 Dasar Terapkan UMP 2019 | Buka Lokakarya Filateli Nasional 2018, Wawako: Ingat Sejarah Peran Besar Pos | APBD-P 2018 Pekanbaru Sudah Ditandatangani Plt Gubri | Satpol PP Sisir PKL Jualan di Sejumlah Titik Jalan Protokol
 
Ekbis
Realisasi Harga Pertalite Turun Tunggu Diharmonisasi DPRD Riau

Ekbis - - Jumat, 25/05/2018 - 15:51:54 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dari Rp8.150 per liter ke Rp7.742 per liter masi menunggu diharmonisasi DPRD Riau.

Penurunan harga ini sebelumnya sudah disetujui Mendagri sejalan dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang diajukan Pemprov Riau bersama DPRD dari 10 persen menjadi 5 persen untuk BBM non subsidi jenis Pertalite. 

"Kita sudah sampaikan ke DPRD untuk diharmonisasi, kalau sudah tuntas, baru kita ajukan ke Biro Hukum lalu diteken pak Gubernur, jadi tinggal proses itu saja," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi, Jumat (25/5/2018).

Menurut Sekdaprov, sesuai dengan ketentuan, setelah diserahkannya rancangan Perda penurunan harga pertalite tersebut, paling lama seminggu sudah bisa direalisasikan.

Artinya, cepat atau lambat proses harmonisasi yang saat ini sedang berjalan di DPRD Riau tersebut, pekan depan harga pertalite di Riau sudah turun.

"Mudah-mudahan, kalau tahapan proses sudah berjalan tinggal diundangkan dalam bentuk lembaran daerah," papar Hijazi.

Seperti diberitakan, harga dasar BBK di Riau sebesar Rp6.666,67 ditambah dengan pajak PBBKB sebesar 10 persen Rp666,67 dan PPN Rp666,67, harga Pertalite di Riau dibulatkan menjadi Rp8.000 per liternya. 

Kemudian tiga bulan yang lalu Pertamina kembali menaikkan harga Pertalite sebesar Rp150 per litar yang mengakibatkan harga Pertalite di Riau saat ini Rp8.150 per liter, tertinggi di Indonesia.

Banyak desakan agar diturunkan, salah satu alasan, Riau penghasil minyak. Maka Pemrov dan DPRD merevisi perda terkait. Hasilnya, diturunkannya pajak Pertalite menjadi 5 persen, maka pihak Pertamina berkewajiban menurunkan harga BBM jenis Pertalite dari Rp8.150 menjadi Rp7.742 per liter. [mdi]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved