Rabu, 22 08 2018
Lima Jasad Utuh hingga Gigi Emas Terkubur di Makam Tol Semarang-Batang | Mesjid Al Azhar Shalat Idul Adha Hari Ini, Pembina Jelaskan Alasannya | Pejabat Eselon IV Dilantik Mendadak, Ini Pesan Sekko Pekanbaru | Komisi X Apresiasi Jepang yang Pulangkan 4 Atlet Asian Games Usai Sewa PSK | Majlis Tafsir Al Quran Shalat Idul Adha Selasa Pagi Ini | KPU Riau Banyak Terima Laporan Masyarakat Terkait DCS Bacaleg
 
Sosial Budaya
Semaraka Lampu Colok, Melestarikan Tardisi yang Mulai Hilang

Sosial Budaya - - Selasa, 12/06/2018 - 05:41:53 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Tradisi lampu colok beberapa tahun belakangan ini mulai meredup. Namun, untuk melestarikan, tahun ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan menggandeng beberapa pihak menghidupkan kembali tradisi itu.

Tahun ini festival lampu colok  dipusatkan di Jalan Cut Nyak Dien digelar malam ke 25 Ramadhan tepatnya tanggal 10 hingga 12 Juni.

Tradisi inipun mendapat sambutan masyarakat, cahaya lampu colok yang dipadu menjadi satu, sehingga terbentuk beragam miniatur masjid yang indah dan mempesona memberikan kesan tersendiri.

Dalam festival ini ada juga berbentuk kantor walikota, masjid dipadu dengan kaligrafi yang unik dan menarik dan lampion yang susun berbentuk gapura. Bahkan ada empat tiang gapura yang menghiasi parade lampu colok.

Tahun ini kegiatan lampu colok di lapangan, Jalan Cut Nyak Dien, masyarakat yang menyaksikan meriahnya parade lampu Colok yang diikuti PSMTI, Masjid Amaliyah Kecamatan Tenayan Raya dan Bank Riau Kepri. Ada yang berjalan kaki, menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Masyarakat yang tidak mau melewatkan momen yang hanya ada satu tahun sekali ini, mengabadikannya dengan kamera handphone sambil selfi-selfian di depan gapura lampu colok.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Pekanbaru, Ardiansyah mengatakan, Pemko Pekanbaru ingin menghidupkan tradisi ditengah masyarakat dan rangkaian hari jadi kota Pekanbaru.

Untuk melestarikan parade ini Pemerintah Kota Pekanbaru akan membuat yang lebih besar lagi. Bahkan tahun 2019 mendatang pihaknya ingin menghidupkan di masjid paripurna untuk parade lampu colok menjadi tradisi masyarakat.

Karena ini sudah menjadi tradisi di daerah  maka pihaknya semua memiliki tanggungjawab dan peran untuk sama-sama menjaga dan melestarikan tradisi ini. Nantinya akan dianggarakan penuh tahun depan dan masyarakat.

"Festival ini selain melestarikan budaya, juga sebagai daya tarik wisata. Untuk budaya festival ini ke depan warga kita minta untuk ikut. Buatlah di depan rumah, perkenalkan pada anak-anak kita,’’ katanya.

Sementara itu, Plt Walikota Ayat Cahyadi diwakil oleh Assiten I Kota Pekanbaru Azwan sangat mengapresiasi kegiatan parade lampu colok.

"Kita mengucapkan ke pihak ketiga dan Dinas Pariwisata yang menghidupkan parade lampu colok tahun ini. Dan membuat keramaian dengan kegiatan ini. Seiring dengan teknologi kita bisa berinovasi membuat lampu colok dan dibuat secara sporadis. Nanti akan kita sampaikan ke pimpinan untuk menjadi event tahunan,"pungkasnya. [kmf,yas]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved