Rabu, 23 Januari 2019
GRANAT Segera Aktif di Meranti | Abu Bakar Ba'asyir Tolak Tandatangani Pernyataan Setia pada NKRI | Jokowi Beli Sabun Rp2 M Pakai Dana Timses, Pramono: Nanti Dibagikan TKN | Tapping Box,'Bongkar' Ketidakjujuran Wajib Pajak Pekanbaru | BI-ISEI Bedah APBD 2019: 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen | 10 Orang Calon Komisioner KPU Riau Ikuti Uji Kelayakan
 
Internasional
Jabat Tangan yang Bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un

Internasional - - Selasa, 12/06/2018 - 09:30:30 WIB

SULUHRIAU, Singapura- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertatap muka di Hotel Capella. Keduanya saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di media.

Jabat tangan yang bersejarah itu berlangsung sekitar 10 detik. Senyum menghiasi wajah dua pemimpin negara tersebut. Selanjutnya, Trump dan Kim berjalan menuju koridor hotel dan menyempatkan diri berbicara sebentar.

Sebelum berjabat tangan, Trump dan Kim masing-masing berjalan dari sisi koridor yang berbeda menuju titik mereka berdiri untuk muncul bersama di depan media. Baca juga: Trump dan Kim Jong Un Tiba di Hotel Capella Kemudian, mereka berjalan berdampingan menuju ruangan hotel.

Kim berjalan di samping kanan Trump. Sampai di depan ruangan, Trump mempersilakan Kim Jong Un untuk masuk. Kedua pemimpin itu duduk bersebelahan hanya dipisahkan oleh meja yang dihiasi oleh bunga. Trump duduk di sebelah kiri, sementara Kim duduk di sebelah kanan.
Trump dan Kim menyempatkan diri untuk menyapa jurnalis. Masing-masing menjawab satu pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. "Prasangka yang dulu dan praktiknya menjadi penghambat dalam perjalanan kami, tetapi kami telah mengatasi semuanya dan kami berada di sini hari ini," kata Kim.

Setelah mendengar jawaban tersebut yang diterjemahkan oleh penerjemah, Trump kembali menjabat tangan Kim. Baca juga: Begini Susunan Acara Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Hari Ini Kini, keduanya sedang melakukan pertemuan bilateral yang bersejarah.

Trump dan Kim dijawalkan bertatap muka secara empat mata dengan didampingi oleh penerjemah. Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin AS dan Korut untuk bertatap muka.

AS menginginkan Korut untuk menyerahkan senjata nuklirnya secara penuh, terverifikasi, dan tidak dapat lagi dikembalikan.

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved