Minggu, 16 Desember 2018
Tenggelam 2 Hari Lalu, Warga Koto Tibun Ditemukan di Desa Terantang | Pengamat: Gaji Naik 5%, Jangan Jadi PNS kalau Mau Enak | Mobil Listrik Setara 1.900 Tenaga Kuda Lahir 2019 | Mobil Ketua DPC Gerindra Dilempar Batu, Begini Kondisinya | JPU Tuntut Mati 3 Kurir 55 Kg Sabu-sabu dan 46.716 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis | Kadiskominfotik Bengkalis Serahkan Email Sanapati ke-11 Kecamatan
 
Metropolis
Catatan HUT Pekanbaru ke 234
Sekali Lagi, Pelayanan Publik dan Kemacetan Harus Jadi Perhatian

Metropolis - - Sabtu, 23/06/2018 - 09:03:09 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Hari ini Sabtu, (23/6/2018) Kota 'Bertuah' Pekanbaru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-234.

Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi Riau, harus diakui pembangunannya cukup pesat. Namun, melalui kepemimpinan kedua kali Firdaus-Ayat bukanlah tidak ada persoalan dihadapi kota ini.

Dengan visi antara Kota Pekanbaru yakni mewujudkan Pekanbaru sebagai kota Smart City  madani" tahun 2022, menjadi tatangan tersendiri. Apalagi diklaim pimpinan kota sebagai kelanjutan dari visi sebelumnya mewujudkan kota Pekanbaru sebagai metropolitan madani.

Diakaui atau tidak, plus-minus dari pembangunan yang sedang berjalan ini tetap ada. Di tengah pesatnya perkembangan kota ini, hingga HUT ke 234, ada beberapa hal yang dinilai masih perlu perhatian serius dari Pemko.

Salah satu yang menjadi persoalan saat ini menurut anggota DPRD Pekanbaru Roni Amriel, berkutat pelayanan publik dan infrasturktur.

Ini sejalan dan sering menjadi pengaduan masyarakat, seperti pengurusan hak-hak orang kurang mampu, surat menyurat di kecamatan dan kelurahan. "Tidak mudah bagi masyarakat berurusan, kendati gambar-gembor pelayanan prima dari aparatur, begitu laporan masyarakat ke kita," ujar Roni.

Padahal inti dari pemerintahan salah satunya menurut anggota DPRD dari Golkar ini, bagaimana pelayanan ke pada masyarakat atas berbagai urusan ini lebih baik. "Ini harus menjadi perhatian ke depan, jangan ada pungli dalam pelayanan dan cepatkan urusan untuk masyarakat," katanya.

Belum lagi soal perhatian pembangunan infrastruktur pasar yang tak memadai, yang mengakibatkan makin maraknya pedagang kaki lima, bahkan sudah mengganggu lalu lintas. Karena tempat untuk mereka belum terakomodir dengan baik.

Selain itu, tak kalah penting perhatian soal kemacetan. Pekanbaru beberapa kali meraih penghargaan wahana tata nugraha (WTN), masyarakatpun bertanya, dengan kondisi kemacetan di banyak titik kota saat ini, seakan tidak berarti penghargaan WTN tersebut.

Banyak warga menggerutu di jalan, begitu terjebak macet. Dan masih melihat sejumlah angkutan kota (angkot) seperti oplet dan bus kota yang dinilai kurang layak jalan.

Macet Pekanbaru antara lain disebabkan belum seiringnya antara pertambahan kendaraan dengn jaringan jalan. Lagi-lagi soal infrastruktur.

Kalangan dewan dan masyarakat berharap, agar ke depan problem pembangunan sektor ini lebih baik lagi. "Saya kira Walikota dan jajaran Pemko Pekanbaru tentu punya program setiap tahun mengatasi problem yang ada, itu yang kita tunggu," ujar Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman. (chr)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved