Selasa, 25 09 2018
Ada Situs Skandal Sandiaga, Tim Prabowo-Sandi Minta Polisi Bertindak | Perempuan Terobos Konvoi Jokowi, Sempat Acungkan Jari Tengah | Dekranasda Bengkalis Ikut Pameran Kriyanusa 2018 di Jakarta | Pembangunan Gedung Comand Center Dituding Ada Penyelewengan, Wako: Belum Tentu Benar | Maafkan Pelaku Pembajak Akun FBnya, Wako: Jika Terulang Tempuh Jalur Hukum | Diajukan Rp2,67 T, Akhir September APBD-P 2018 akan Disahkan
 
Pendidikan
PPDB 2018
Tim Survei SMAN 1 Datangi Rumah Calon Siswa ber-SKTM, Hasilnya Mengejutkan

Pendidikan - - Sabtu, 07/07/2018 - 14:23:02 WIB

SULUHRIAU- Tim survei SMA Negeri 1 Brebes, Jawa Tengah, mendatangi rumah-rumah calon siswa pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Hasil penelusuran ini cukup mengejutkan, karena tidak sedikit dari pemegang surat miskin ini ternyata adalah keluarga kaya.

Ketua panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) SMA Negeri 1 Brebes, Leksito Rini, memaparkakan, menyikapi banyaknya calon siswa yang melampirkan SKTM saat mendaftar sekolah, panitia telah melakukan survei langsung ke rumah-rumah pemegang surat keterangan miskin tersebut.

Tim Datangi Rumah Calon Siswa ber-SKTM, Hasilnya MengejutkanSeperti ini kondisi ruang tamu keluarga yang mengaku miskin (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Dijelaskan lebih lanjut, selama pendaftaran calon siswa, ada 78 anak yang melampirkan SKTM untuk jurusan pilihan MIPA dan 50 anak dari jurusan pilihan IPS. Banyaknya calon murid yang melampirkan SKTM ini dirasa cukup janggal. Ada indikasi SKTM ini dilampirkan agar mereka mendapat prioritas diterima di sekolah.

"Memang aturannya pemegang SKTM yang memiliki nilai nimimal 24 mendapat prioritas diterima. Agar SKTM ini tidak disalahgunakan kami membentuk tim survei. Tim ini langsung bekerja mendatangi rumah rumah keluarga calon siswa," ujar Leksito Rini saat ditemui, Sabtu (7/7/2018) pagi.

Hasil dari penelusuran ini cukup mengejutkan pihak panitia. Tidak sedikit dari pemegang SKTM justru dari keluarga kaya. Dia menyontohkan, ada calon siswa yang rumahnya cukup mewah dan anak dari juragan warteg di Jakarta. Ada pula anak dari pedagang bawang dan bahkan memiliki mobil pribadi.

"Semua kami dokumentasikan. Bisa dilihat rumah-rumah mereka yang mengaku miskin. Selain rumah bagus dan berkeramik, perabotan di dalamnya juga mewah. Ada mebel ukir dan sofa mewah, memiliki motor lebih dari satu," ungkap dia.
Tim Datangi Rumah Calon Siswa ber-SKTM, Hasilnya MengejutkanMegah dan mewah di kampungnya (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Dalam melakukan survei ini, imbuh Leksito Rini, tim membuat parameter umum keluarga miskin. Antara lain keluarga dianggap miskin bila berlantai tanah, tidak memiliki kendaraan dan alat elektronik, bangunan rumah semi permanen, serta listrik maksimal 900 watt.

Setelah dilakukan survei, PPDP akhirnya menganulir puluhan SKTM. Dari 78 SKTM calon siswa MIPA dicoret sebanyak 37 hingga tersisa 41 anak. Jurusan IPS semula ada 50 setelah disurvey dicoret 29 dan tersisa 21 orang.

Sumber: detik.com |Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved