Senin, 22 Oktober 2018
Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri | Marc Marquez Sukses Jinakkan Motor Honda yang 'Ganas' | Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2018 | Awas!, Modus Baru Penyelundupan Ganja: Disisipkan di Dalam Kue Risoles | Sukses, Kemenpora Apresiasi Pekanbaru Gelar Event Sepeda Nusantara 2018 | Ribuan Peserta Semarakkan Sepeda Nusantara 2018 di Pekanbaru
 
Internasional
Ada 2.500 Kg Mangga dan Lithium dalam Laporan Penyelidikan MH370

Internasional - - Senin, 30/07/2018 - 21:09:37 WIB

SULUHRIAU, Kuala Lumpur - Laporan penyelidikan mengenai tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang baru dirilis juga membahas soal muatan yang dibawa pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing itu.
Disebutkan ada muatan mangga dan baterai lithium di dalam MH370 saat menghilang misterius empat tahun lalu.

Diungkapkan kepala tim penyelidik tragedi MH370, Kok Soo Chon, seperti dilansir Malay Mail dan The Guardian, Senin (30/7/2018), kargo MH370 berisi buah mangga sebanyak 2.500 kilogram yang ditempatkan di dalam keranjang-keranjang plastik.

Kok juga menyebut ada sejumlah besar baterai lithium, yang oleh beberapa pihak dianggap berbahaya untuk dibawa dalam pesawat.

Ditegaskan oleh Kok bahwa muatan baterai lithium dan mangga itu telah dikemas dan dimasukkan ke dalam bagasi pesawat jenis Boeing 777-200ER itu sesuai prosedur standar operasional atau SOP.

Dia juga menyatakan bahwa baterai lithium tergolong wajar dibawa dalam bagasi pesawat. "Kami tidak menemukan adanya ketidakwajaran dalam proses pengemasan," tegas Kok dalam konferensi pers.

Dalam konferensi pers di Kuala Lumpur hari ini, Kok menyatakan bahwa tim penyelidik tidak bisa memastikan penyebab hilangnya MH370 pada 8 Maret 2014.

"Tim tak bisa memastikan penyebab sebenarnya atas hilangnya MH370. Jawabannya hanya bisa konklusif jika serpihannya ditemukan," kata Kok.

Baca juga: Laporan Penyelidikan: MH370 Dipastikan Putar Balik Secara Manual

Tidak hanya itu, Kok juga menyatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan sangat tidak mungkin pilot maupun kopilot pesawat sengaja menjatuhkan pesawat yang membawa 239 orang itu. Tak ada tanda-tanda kecemasan atau stres dari pilot dan kopilot sebelum pesawat jatuh.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved