Sabtu, 05 Desember 2020
Anthony Salim, Miliarder Berduit Rp77 Triliun di Balik Indomaret | KPK Periksa 7 Pihak Wiraswasta Terkait Korupsi Proyek Jalan Lingkar Barat Duri | Bendera Bulan Bintang Berkibar saat Milad GAM di Masjid Baiturrahman | Pemulihan Operasi Ketiga Marquez Bisa Makan Waktu hingga 6 Bulan | Muhammad Jamil Jabat Sekda Definitif Pemko Pekanbaru, Selamat! | Dari Sosialisasi P4GN Kesbangpol: Perlu Terus Waspada, Pekanbaru Jadi Kota Tujuan Masuknya Narkoba
 
Nasional
Prabowo-Ustadz Abdul Somad Dideklarasikan Jadi Capres-Cawapres

Nasional - - Jumat, 03/08/2018 - 20:46:27 WIB

SULUHRIAU- Relawan Sahabat Prabowo-Ustadz Abdul Somad (PUAS) mendeklarasikan dukungan ke pasangan Prabowo Subianto-Ustaz Abdul Somad untuk maju di Pemilihan Presiden 2019.

Pengajuan pasangan ini berlatar belakang hasil Ijtima Ulama beberapa waktu lalu.

"Kita mengapresiasi dan menjalankan peristiwa Ijtima Ulama yang telah menghasilkan keputusan yang bijaksana, arif, demi maslahat umat di seluruh Tanah Air yang kami cintai ini," kata Ketua Sahabat PUAS, Diko Nugraha, di Jakarta Pusat, Jumat, (3/8/2018).

Diko menyampaikan tokoh-tokoh yang dihasilkan oleh Ijtima Ulama seperti Prabowo dan Ustaz Somad merupakan tokoh yang dinilai mampu memimpin Indonesia ke depan.

"Tokoh-tokoh yang mampu, insya Allah amanah untuk mampu membawa kita ke depan," ujar Diko.

Dia mengakui Ustadz Somad sempat menyampaikan penolakannya untuk ikut maju di Pilpres 2019. Namun, cara penolakan itu yang menurutnya membuat masyarakat terkesima.

"Seorang almukaram, Abdul Somad, seorang ulama santri, yang ketika diminta mengemban amanah jabatan, beliau secara santri dengan adabnya menjawab, saya mau istiqomah menjadi ustaz sampai mati. Itulah adab seorang santri," kata dia.

Meskipun demikian, menurut dia, masyarakat tidak boleh tinggal diam. Masyarakat harus terus mendorong Ustaz Somad untuk bisa maju di 2019 nanti.

"Kita sama-sama tahu bahwa 2019 ini menghadapi pesta rakyat, kontestasi pilpres dan wakil presiden untuk masa 5 tahun ke depan. Di situlah dipertaruhkan 260 juta nasib kita warga negara Indonesia. Ini bukan hanya sekadar mencoblos," kata Diko.

Sementara itu, partai-partai yang tergabung dalam koalisi keumatan diwajibkan mengikuti hasil Ijtimak Ulama lewat sebuah surat. Gerindra akan membahas rekomendasi itu.

"Umat kan memahami betul, ulama memahami betul mana yang terbaik. Semua yang kita putuskan juga kita koordinasikan, kita konsultasikan dengan ulama, dengan umat, dengan semua elemen bangsa, semua kita perhatikan," ujar Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria setelah mengikuti diskusi Para Syndicate, Jl Wijaya 3, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Riza pun mengaku partainya sangat memperhatikan 2 nama yang direkomendasikan saat Ijtimak Ulama, yaitu Ustadz Abdul Somad dan Salim Segaf.

"Nanti kita kembalikan kepada ulama kalau memang nama-nama yang menguat di luar nama dua itu tentu kita akan kembalikan ke ulama," katanya.

Riza menilai surat rekomendasi hasil Ijtimak Ulama bersifat rekomendasi. Untuk itu, pihaknya sangat memperhatikan rekomendasi tersebut.

"Surat itu kan merekomendasikan, kita perhatikan dengan sangat masukan-masukan dari situ," ucapnya.

Riza pun membantah jika dikatakan rekomendasi tersebut tidak wajib dilakukan Gerindra. "Bukan nggak wajib, semua kita perhatikan, Ijtimak Ulama kita perhatikan dengan sangat menjadi pertimbangan yang penting," tuturnya.

Sumber: Viva.co.id, detik.com | Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved